cari di sini

Showing posts with label neuroscience. Show all posts
Showing posts with label neuroscience. Show all posts

November 04, 2011

Setengah Semester menjadi anak S2

Hello world,
jadi ya.. Minggu UTS sudah saya lalui-setelah sebelumnya berkenala di Surabaya-  Sebenarnya saya mau menulis apa yang terjadi di ujian terakhir UTS kemarin, tapi ternyata sudah ditulis oleh sicune di sini. Ya, since we were in the same class, i won't write about it again.
I was annoyed, as well. Kalo Cune bilang "esdua apa esema", saat itu Saya cuma bisa ngomong dalam hati,
"Duile, masih jaman Cyyyiinn.."
Yah, Saya emang punya potensi dimusuhin sih kalo masalah disiplin, dan konservatif, karena Saya mungkin berada di ekstrem kanan. Man, rules are made to keep the things work well. *sigh, yes, Saya emang kuno*

Well, actually, ada hal yang 'beda' yang Saya rasakan selama setengah semester ini menjadi mahasiswa S2. Mengapa ujian dan/atau presentasi masih menjadi hal yang 'ditakuti' sih? Kalau kita mendewakan nilai, maka perilaku kita towards beberapa ujian juga akan 'berbeda' ya? Yah, Say that I am cursed, tapi Saya tidak begitu mementingkan nilai. Jeleknya? Saya akan menghadapi ujian sebagai bahan introspeksi, which is too late. Kalo Saya merasa ngga paham, ya Saya belajar lebih keras lagi, tapi ya, tetap semampunya. Kenapa belajar lagi? Since, kita gak bisa munafik juga kalau IP masih menjadi pertimbangan di luar sana. Tapi, Saya tidak begitu suka saat seseorang mendewakan IP dan akhirnya menghalalkan segala cara-khususnya saat ujian- agar nilainya baik.
Man, be honest, WITH YOURSELF! 
I don't know, but, will you still be that proud if you get a good grade but it's not really yours?

Hmm, tiap orang memang memiliki nilai yang beda-beda sih, who am I to be this preachy, huh?!
Anyhei, Saya bersyukur punya Power Rangers. Entah perasaan Saya saja, atau memang team ini memang punya keinginan 'menggali' dan 'mempelajari' dalam mengerjakan tugas, dan bukan semata 'mencari nilai'.  Saya merasa kami tidak cepat puas, tapi yang paling menyenangkan, saat kami semua merasa mentok, we'll throw to the floor. Mengharap feedback dan bantuan dari presentasi. Presentasi masih menjadi momok, tampaknya. Bahkan saat Saya menjadi mahasiswa S2. Presentasi memiliki banyak tujuan, dan kalau kita memandang presentasi ini sebagai bahan untuk menggali feedback sebelum ujian sebenarnya, seharusnya kita tidak perlu takut, lho. Makanya kami banci banget kalo waktunya presentasi. Daripada nanti 'dibantai' di presentasi sebenarnya. Lalalala.

Ih, apa sih nih, ngga jelas beut.  Intinya, menjadi mahasiswa S2, Saya ingin memperdalam ilmu dan mencoba mengaplikasikan apa yang Saya pelajari, bukan sekedar memanjangkan nama yang tidak mungkin ditulis di kartu identitas juga.

*ini tulisan jelek banget ya, konten gak jelas, kaitan satu sama lainnya juga......*

October 07, 2011

NEUROSCIENCE dan keimanan

*sedang mengerjakan tugas Neuropsychology* 
Tiba-tiba gw teringat sama kuliah neuro yang Selasa lalu *jarang2 nih gw inget tentang kuliah*. Ya walau waktu S1 mata kuliah faal gw lebih banyak membahas sperma anjing, ular, serta cacing dengan bentuk bulat, bulan sabit atau celurit, gw sangat tertarik dengan neuroscience *tertarik itu artinya excited kalo mendengar dosen menerangkan yaaa, bukan berarti gw jago yaaa..*. Nah, Selasa lalu pembahasannya adalah tentang neuron. Ini kira-kira tampang dari neuron itu:

 *gambar diambil dari wikipedia* 

Rumit ya cyynn. But then, mata kuliah ini membahas tentang bagaimana neuron ini berkomunikasi, baik intra-neuron maupun antar-neuronnya. SUBHANALLAH! Super ribet man. Gini, bayangkan kalau kita goyangin jempol kita as if kita lagi joget dangdut. *kebayang gak?* Gerakan itu terjadi karena si otak mengirimkan sinyal untuk otot kita menggerakan si jempol. NAH. Sinyal yang disampaikan ini, bukan sinyal seperti tebak gaya *jangan bayangkan ada jempol-jempol kecil dalam syaraf lo yang diteruskan* Sinyal 'perintah' ini, saat dikomunikasikan di dalam neuron dihantarkan dalam bentuk sinyal listrik. Nah, kalo dari ujung dendrit udah sampai ke akson, sinyal ini disampaikan ke neuron berikutnya melalui proses neurotransmitter. Intinya, ada peranan kimiawi dan listrik yang terjadi. 


Lah terus, gimana caranya si sinyal tersebut bisa membuat jempol goyang-goyang? Nah ini sih gw dikasih tau sama aryo yang lulusan neuroscience: sinyal itu dikirim dalam dalam bentuk 'binary'. Kalo susah bayangin, bayangkan aja kaya kode morse yang kemudian kalo dikumpulkan secara lengkap jadi sebuah perintah untuk goyang-goyang jempol. MAN, bayangkan, sinyal tersebut dihantarkan pada bagian yang keciiiiiiiiiiiiiil banget di badan kita. dan sinyal itu bisa menyebabkan otot-otot kita bergerak. Thus I said:  


BELAJAR NEUROSCIENCE ITU MENINGKATKAN KEIMANAN


Allah menciptakan bagian yang kecil banget di tubuh kita. Dan bagian tersebut memiliki fungsi yang sangat besar. How great He is.  


*kalau mau penjelasan yang lebih tepat, cari sumber yang lebih terpercaya ya* 
Hmm, ngerjain tugas Neuro dulu ya. Suka mata kuliahnya ternyata ngga membuat gw mahir ngecap di tugas ini. :p