Semoga ini bisa membuat gw tetap sehat.
Well, Basically, I'm the one that easily get upset. Disappointed.
But, the hardest part of feeling so is: I'm not the one that easily get mad, angry, BITCHING OUT.
When I'm alone, i can do those Bitching out acts. Mocking everything, and stuff like that. And yes, it feels great, SOMETIMES.
But, unfortunately..
I'm a-so-called-positivist.
Every time i feel disappointed, the first thing happen in my brain would be: LOOKING FOR AN EXCUSE, Find a rationalization, See the good side of the bad things happened. In other way (okay, here might be a rationalization), I just try to live gratefully. Complaint less, grateful more. It turns all the disappointment, indeed. BUT SOMETIMES, I still can feel it in my heart. ONLY in my heart. I keep the feeling alone.
My friend told me, sometimes, when i got disappointed by someone, and try to find a good reason why she/he did so, She/he doesn't even care and so doesn't even deserve for the excuse and all the rationalization(s). But, It's me, Keep doing so. Live with rationalization, right excuse, good reasons, FOR EVERY BAD THINGS THOSE HAPPENED. Smile to every tears.
And this is my prayer: I do all of these to get my life balanced. To stay live positively. Bad things are everywhere OUT THERE , why have another one INSIDE ourselves. So God, semoga semua yang saya lakukan ini baik untuk kesehatan mental saya. :)
I'm still tearing out the sad. I'm still Mocking out the bad. I'm still frowning all the burden. But, Smile is my choice to express them out. Let's say: Happy-puppet syndrome.
March 16, 2010
March 14, 2010
Grateful#1
Di minggu pertama bekerja ini saya akan menuliskan Grateful#1 saya.
Urutan tidak menentukan prioritas sih, tapi memang currently, dia yang sering hadir dan menjadi penyelamat saya. Dan dia adalah:
D.O.D., My Beau.
Diawali dari hari pertama saya bekerja di Universitas Bina Nusantara, Selasa 9 Maret 2009. Pagi itu saya masih merasa sangat tidak enak badan, setelah malam sebelumnya saya demam tinggi. Namun, karena memang hari pertama, maka Saya memaksakan diri untuk masuk kerja. Siap untuk berangkat bersama Ayah, tiba-tiba, pukul 6 pagi saya mendapat SMS dari Dimas yang menyatakan dirinya sudah berada di depan rumah saya. SIAP MENGANTAR SAYA KE KANTOR. WOW. Saya Speechless, tapi, TERIMA KASIH banyak.
Hari pertama saya pun berlalu dengan baik dan hampir berakhir, dan tiba-tiba saya menerima SMS dari Dimas, yang isinya: dia sudah sampai di kampus saya, SIAP MENJEMPUT SAYA. :D
Ahaha, ini berlebihan, tapi TERIMA KASIH banyak ya.
Akhirnya, minggu pertama bekerja saya lalui dengan sentausa karena Dimas mengantar-jemput saya selama 3 hari berturut-turut. Yang paling hebat yang dilalui Dimas adalah hari Sabtu. Seperti biasanya, Dimas menjemput saya di pagi hari. Yang tidak seperti biasanya adalah dia menunggu saya sampai dengan saya selesai bekerja. Pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore ia lalui di mobil, tempat parkir, dan sekitarnya. Bergulat dengan jurnal, tugas, laptop, dan tentu saja hawa panas luar biasa.
Hal-hal di ataslah yang membuat saya memilih D.O.D sebagai Grateful#1 di Minggu pertama saya bekerja. Sebagai teman dan "teman", Anda kadang memang kerap mengesalkan, tapi over all, Anda penuh dengan kejutan yang menyenangkan.
Urutan tidak menentukan prioritas sih, tapi memang currently, dia yang sering hadir dan menjadi penyelamat saya. Dan dia adalah:
D.O.D., My Beau.
Diawali dari hari pertama saya bekerja di Universitas Bina Nusantara, Selasa 9 Maret 2009. Pagi itu saya masih merasa sangat tidak enak badan, setelah malam sebelumnya saya demam tinggi. Namun, karena memang hari pertama, maka Saya memaksakan diri untuk masuk kerja. Siap untuk berangkat bersama Ayah, tiba-tiba, pukul 6 pagi saya mendapat SMS dari Dimas yang menyatakan dirinya sudah berada di depan rumah saya. SIAP MENGANTAR SAYA KE KANTOR. WOW. Saya Speechless, tapi, TERIMA KASIH banyak.
Hari pertama saya pun berlalu dengan baik dan hampir berakhir, dan tiba-tiba saya menerima SMS dari Dimas, yang isinya: dia sudah sampai di kampus saya, SIAP MENJEMPUT SAYA. :D
Ahaha, ini berlebihan, tapi TERIMA KASIH banyak ya.
Akhirnya, minggu pertama bekerja saya lalui dengan sentausa karena Dimas mengantar-jemput saya selama 3 hari berturut-turut. Yang paling hebat yang dilalui Dimas adalah hari Sabtu. Seperti biasanya, Dimas menjemput saya di pagi hari. Yang tidak seperti biasanya adalah dia menunggu saya sampai dengan saya selesai bekerja. Pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore ia lalui di mobil, tempat parkir, dan sekitarnya. Bergulat dengan jurnal, tugas, laptop, dan tentu saja hawa panas luar biasa.
Hal-hal di ataslah yang membuat saya memilih D.O.D sebagai Grateful#1 di Minggu pertama saya bekerja. Sebagai teman dan "teman", Anda kadang memang kerap mengesalkan, tapi over all, Anda penuh dengan kejutan yang menyenangkan.
March 12, 2010
Don't Expect to much..
Be grateful, and smile!!
eat that!!
Be grateful, and smile!!
eat that!!
March 06, 2010
Grateful
Terus berusaha untuk selalu bersyukur, itulah yang sekarang ini saya ingin lakukan.
Maka saya akan mulai menulis hal-hal yang saya syukuri. Pastinya banyak sekali hal-hal yang sepatutnya kita syukuri, dan tidak semuanya bisa saya tulis. Semoga apa yang saya tulis bisa dinikmati dan memberikan inspirasi.
Tunggu episode perdananya ya!
Maka saya akan mulai menulis hal-hal yang saya syukuri. Pastinya banyak sekali hal-hal yang sepatutnya kita syukuri, dan tidak semuanya bisa saya tulis. Semoga apa yang saya tulis bisa dinikmati dan memberikan inspirasi.
Tunggu episode perdananya ya!
March 03, 2010
Situs pertemanan?
Social networking dan efeknya bagi saya.
Beberapa minggu yang lalu, sempat diberitakan tentang hilangnya seorang anak yang dikaitkan dengan situs-situs pertemanan. Saya menyadari bahwa saya cukup ketergantungan dengan koneksi internet, dan juga situs-situs pertemanan. Bagaimana efek situs-situs pertemanan ini bagi saya??
Saya aktif dalam beberapa situs pertemanan, Facebook, Plurk dan Twitter. Sebelumnya saya juga aktif di Friendster, namun menyadari apa yang saya butuhkan dari friendster juga saya dapatkan dari facebook, maka saya memutuskan menutup akun pribadi saya di Friendster.
Hal ini juga saya lakukan untuk menghindari hal-hal di luar keinginan dan di luar kontrol saya.
Berkaitan dengan pemberitaan yang akhirnya mempertanyakan apakah facebook berbahaya atau tidak. Menurut saya, setiap hal yang ada di dunia ini, pasti memiliki sisi menguntungkan dan merugikan. Bagi saya, situs-situs pertemanan yang saya ikuti ini memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugian.
Plurk. Satu situs pertemanan yang biasanya menjadi tempat saya "curhat" dan mendapatkan penghiburan. Teman-teman saya di plurk adalah makhluk-makhluk luar biasa yang bisa merubah tret sedih menjadi lucu dan membuat saya tertawa. Tret yang serius jadi jenaka. Tret yang membicarakan politik menjadi tret yang isinya nama-nama makanan. Atau bahkan bisa juga pembahasan serius yang bisa merelief perasaan tidak enak yang sedang saya rasakan. Oh iya, di Plurk juga saya banyak melatih kemampuan berbahasa saya!
Banyak informasi yang bisa saya dapatkan di Plurk, pun, bila saya membutuhan bantuan atau info, saya bisa memintanya melalui Plurk.
Intinya, I Love Plurk!! I love you Plurkers!! You always flip my frown, made my day!!
Twitter. Tidak berbeda jauh dengan plurk, twitter juga memiliki bentuk sederhana dengan fungsi utama mensosialisasikan status terkini kita. Bedanya, Twitter tidak dibuat dengan struktur untuk berbalas-balasan. Sehingga, respon terhadap satu tret tidak bisa terbaca sebagai satu rangkaian. Itulah mengapa biasanya saya mempost hal-hal yang menurut saya tidak butuh respon atau memang sesuatu yang menurut saya hanya ingin saya bagi, bukan untuk berdiskusi. Respon, tetap menjadi satu hal yang ditunggu.
Facebook? Awalnya facebook menjadi satu sarana saya bersosialisasi dengan teman-teman, baik yang masih aktif dan sering bertemu, maupun teman-teman yang sudah lama tidak saya jumpai. Dengan fitur-fitur yang ada, facebook dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenal orang dnegan lebih baik. Melalui informasi serta foto-foto yang memang disediakan. Saran saya: Hanya cantumkan hal-hal yang memang perlu dicantumkan. Dan pastikan privasi Anda terjaga, paling tidak, biarkan informasi Anda hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang memang menjadi teman-teman Anda di situs ini. DAN, pikirkan apakah Anda perlu berteman dengan orang-orang yang tidak Anda kenal?
Disamping berkembangnya berbagai aplikasi yang menurut saya terus menjauhkan facebook dari fungsi awal yang saya butuhkan, Facebook tetap mengcover beberapa kebutuhan saya dalam bersosialisasi. Seperti: mencari tahu teman saya yang telah lama tidak saya temui.
Saat urgent pun, saya bisa menghubungi orang-orang yang saya butuhkan. Selain itu saya juga bisa menyebarkan dan mendapatkan informasi penting yang saya butuhkan. Malam ini, di antara kesibukkan saya dan sahabat-sahabat saya, komunikasi kami yang penuh kegilaan di Facebook telah membuat saya terhibur dan sangat bahagia.
Situs-situs pertemanan, baik atau buruk? Tergantung bagaimana Anda menggunakannya, tergantung bagaimana Anda mengontrol diri Anda. Tergantung bagaimana Anda menghomati diri Anda.
Beberapa minggu yang lalu, sempat diberitakan tentang hilangnya seorang anak yang dikaitkan dengan situs-situs pertemanan. Saya menyadari bahwa saya cukup ketergantungan dengan koneksi internet, dan juga situs-situs pertemanan. Bagaimana efek situs-situs pertemanan ini bagi saya??
Saya aktif dalam beberapa situs pertemanan, Facebook, Plurk dan Twitter. Sebelumnya saya juga aktif di Friendster, namun menyadari apa yang saya butuhkan dari friendster juga saya dapatkan dari facebook, maka saya memutuskan menutup akun pribadi saya di Friendster.
Hal ini juga saya lakukan untuk menghindari hal-hal di luar keinginan dan di luar kontrol saya.
Berkaitan dengan pemberitaan yang akhirnya mempertanyakan apakah facebook berbahaya atau tidak. Menurut saya, setiap hal yang ada di dunia ini, pasti memiliki sisi menguntungkan dan merugikan. Bagi saya, situs-situs pertemanan yang saya ikuti ini memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugian.
Plurk. Satu situs pertemanan yang biasanya menjadi tempat saya "curhat" dan mendapatkan penghiburan. Teman-teman saya di plurk adalah makhluk-makhluk luar biasa yang bisa merubah tret sedih menjadi lucu dan membuat saya tertawa. Tret yang serius jadi jenaka. Tret yang membicarakan politik menjadi tret yang isinya nama-nama makanan. Atau bahkan bisa juga pembahasan serius yang bisa merelief perasaan tidak enak yang sedang saya rasakan. Oh iya, di Plurk juga saya banyak melatih kemampuan berbahasa saya!
Banyak informasi yang bisa saya dapatkan di Plurk, pun, bila saya membutuhan bantuan atau info, saya bisa memintanya melalui Plurk.
Intinya, I Love Plurk!! I love you Plurkers!! You always flip my frown, made my day!!
Twitter. Tidak berbeda jauh dengan plurk, twitter juga memiliki bentuk sederhana dengan fungsi utama mensosialisasikan status terkini kita. Bedanya, Twitter tidak dibuat dengan struktur untuk berbalas-balasan. Sehingga, respon terhadap satu tret tidak bisa terbaca sebagai satu rangkaian. Itulah mengapa biasanya saya mempost hal-hal yang menurut saya tidak butuh respon atau memang sesuatu yang menurut saya hanya ingin saya bagi, bukan untuk berdiskusi. Respon, tetap menjadi satu hal yang ditunggu.
Facebook? Awalnya facebook menjadi satu sarana saya bersosialisasi dengan teman-teman, baik yang masih aktif dan sering bertemu, maupun teman-teman yang sudah lama tidak saya jumpai. Dengan fitur-fitur yang ada, facebook dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenal orang dnegan lebih baik. Melalui informasi serta foto-foto yang memang disediakan. Saran saya: Hanya cantumkan hal-hal yang memang perlu dicantumkan. Dan pastikan privasi Anda terjaga, paling tidak, biarkan informasi Anda hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang memang menjadi teman-teman Anda di situs ini. DAN, pikirkan apakah Anda perlu berteman dengan orang-orang yang tidak Anda kenal?
Disamping berkembangnya berbagai aplikasi yang menurut saya terus menjauhkan facebook dari fungsi awal yang saya butuhkan, Facebook tetap mengcover beberapa kebutuhan saya dalam bersosialisasi. Seperti: mencari tahu teman saya yang telah lama tidak saya temui.
Saat urgent pun, saya bisa menghubungi orang-orang yang saya butuhkan. Selain itu saya juga bisa menyebarkan dan mendapatkan informasi penting yang saya butuhkan. Malam ini, di antara kesibukkan saya dan sahabat-sahabat saya, komunikasi kami yang penuh kegilaan di Facebook telah membuat saya terhibur dan sangat bahagia.
Situs-situs pertemanan, baik atau buruk? Tergantung bagaimana Anda menggunakannya, tergantung bagaimana Anda mengontrol diri Anda. Tergantung bagaimana Anda menghomati diri Anda.
March 02, 2010
Current Obsession: Shoes, and MORE shoes
Keinginan menulis menggunung, banyak ide, tapi bingung yang mana yang bagus untuk ditulis. Dan akhirnya lahirlah tulisan ini:
Berawal dari 'penyakit' saya yang sangat mencintai sepatu. Akhirnya saya menemukan Website yang seperti surga bagi mata saya: http://www.highheelshoemuseum.com/
Astaga, memang hanya surga bagi mata, SEMATA. Tidak bagi dompet, apalagi hati, yang hanya bisa ngiler dan iri.
Jangan tanya berapa pasang sepatu yang saya punya. *kalau sendal sih saya punya 0 pasang. Biasanya pakai punya mama. Kadang dimarahin, tapi gak peduli.* Ibarat bulan puasa yang harus menahan nafsu, menahan diri untuk tidak membeli sepatu saat saya melihat sepatu yang bagus adalah siksaan yang berat. Kerap saya memilih tidak mampir atau bahkan menoleh ke toko sepatu yang biasa saya kunjungi, dibandingkankan perih terasa di hati karena tidak bisa/boleh/mampu membeli. *sigh*
Membuka website tersebut, lebih mudah untuk saya menunjuk yang mana YANG TIDAK SAYA INGINKAN dibandingkan yang saya inginkan. Tapi, dari tiga halaman yang ada, berikut sepatu-sepatu yang menarik hati (baca: bagus dan BISA saya pakai).
Tapi, ada juga sepatu-sepatu yang menurut saya: TIDAK MASUK DI AKAL, apalagi dipakai:

*kayaknya orang yang menggunakannya bisa berakhir dengan buta, atau mati karena syaraf tulang belakangnya kejepit*
Well, ada juga sepatu yang wearable, dan mungkin saja saya pakai. Tapi, kalau sampai kalian melihat saya menggunakan sepatu ini, by that time saya pasti sudah menjadi penyanyi dangdut ternama, or, you can call me Dewi Perssik.
Sekian tulisan saya tentang OBSESI saya terhadap sepatu. Lelaki di luar sana, bersiaplah.
**Evilsmirk**
Berawal dari 'penyakit' saya yang sangat mencintai sepatu. Akhirnya saya menemukan Website yang seperti surga bagi mata saya: http://www.highheelshoemuseum.com/
Astaga, memang hanya surga bagi mata, SEMATA. Tidak bagi dompet, apalagi hati, yang hanya bisa ngiler dan iri.
Jangan tanya berapa pasang sepatu yang saya punya. *kalau sendal sih saya punya 0 pasang. Biasanya pakai punya mama. Kadang dimarahin, tapi gak peduli.* Ibarat bulan puasa yang harus menahan nafsu, menahan diri untuk tidak membeli sepatu saat saya melihat sepatu yang bagus adalah siksaan yang berat. Kerap saya memilih tidak mampir atau bahkan menoleh ke toko sepatu yang biasa saya kunjungi, dibandingkankan perih terasa di hati karena tidak bisa/boleh/mampu membeli. *sigh*
Membuka website tersebut, lebih mudah untuk saya menunjuk yang mana YANG TIDAK SAYA INGINKAN dibandingkan yang saya inginkan. Tapi, dari tiga halaman yang ada, berikut sepatu-sepatu yang menarik hati (baca: bagus dan BISA saya pakai).
Tapi, ada juga sepatu-sepatu yang menurut saya: TIDAK MASUK DI AKAL, apalagi dipakai:

*kayaknya orang yang menggunakannya bisa berakhir dengan buta, atau mati karena syaraf tulang belakangnya kejepit*Well, ada juga sepatu yang wearable, dan mungkin saja saya pakai. Tapi, kalau sampai kalian melihat saya menggunakan sepatu ini, by that time saya pasti sudah menjadi penyanyi dangdut ternama, or, you can call me Dewi Perssik.
Sekian tulisan saya tentang OBSESI saya terhadap sepatu. Lelaki di luar sana, bersiaplah.
**Evilsmirk**
February 26, 2010
S.O.R.E.T.H.R.O.A.T
So hello there, people.
Long weekend, but ain't no different for me. Hail for free-lancer, weekdays could be your holiday, weekend could be you workdays..
Not going to talk anything related about that. Just a brief line in my mind. What would i share? Hmm, my current misery: RADANG TENGGOROKAN!!
Argh!! Usually, when I'm sick, I could ignored those-should-not-eat-list. But, today I'll take those list seriously. Really, this sore-throat's killing me!!
So, for several days ahead, Bye-bye Fried-food, Spicy food, Oily Food, Bye-bye cold drinks and beverages.. **Would anyone just shoot me right in the head??**
Hhh..
Enough for now, back to you later..
Long weekend, but ain't no different for me. Hail for free-lancer, weekdays could be your holiday, weekend could be you workdays..
Not going to talk anything related about that. Just a brief line in my mind. What would i share? Hmm, my current misery: RADANG TENGGOROKAN!!
Argh!! Usually, when I'm sick, I could ignored those-should-not-eat-list. But, today I'll take those list seriously. Really, this sore-throat's killing me!!
So, for several days ahead, Bye-bye Fried-food, Spicy food, Oily Food, Bye-bye cold drinks and beverages.. **Would anyone just shoot me right in the head??**
Hhh..
Enough for now, back to you later..
February 19, 2010
INTI CINTA
Rabu, 17 Februari 2010, saya dan Dimas menonton Teater Koma dengan lakon Sie Jin Kwie, sebuah kisah dari jaman Dinasti Tang. Ceritanya sangat menarik, namun bukan cerita tentang Sie Jin Kwie yang ingin saya bagi di sini. Dalam pementasannya, Sie Jin Kwie dilakonkan melalui beberapa cara: Opera Cina, Golek Menak, Potehi, Wayang Kulit Cina-Jawa, Wayang Wong dan Wayang Taviip.
Secara keseluruhan, Teater Koma memang menurut saya tidak pernah gagal. Saya selalu kagum menyaksikan persembahan mereka. Pada lakon kali ini, pada bagian yang disampaikan dengan Opera Cina, saya mendapatkan satu buah syair menarik yang disajikan dengan nada-nada sederhana. Berikut syairnya:
Secara keseluruhan, Teater Koma memang menurut saya tidak pernah gagal. Saya selalu kagum menyaksikan persembahan mereka. Pada lakon kali ini, pada bagian yang disampaikan dengan Opera Cina, saya mendapatkan satu buah syair menarik yang disajikan dengan nada-nada sederhana. Berikut syairnya:
INTI CINTA
lakon Sie Jin Kwie, Teater Koma
Mencintai sama dengan memberi
Dan meminta bukan hakekat mencinta
Kasihi dia sepenuh yang kau bisa
Jangan membenci kelemahannya
Jadikan luka duka awal bahagia
Mencintai sama dengan menerima
Tak mengharapkan lebih, apa adanya
Tak perlu cemburu dan bercuriga
Percaya hanya kamu di hatinya
Lalu hidup akan seindah surga
Oo, cintai, cintai, tanpa tuntutan yang membebani
lakon Sie Jin Kwie, Teater Koma
Mencintai sama dengan memberi
Dan meminta bukan hakekat mencinta
Kasihi dia sepenuh yang kau bisa
Jangan membenci kelemahannya
Jadikan luka duka awal bahagia
Mencintai sama dengan menerima
Tak mengharapkan lebih, apa adanya
Tak perlu cemburu dan bercuriga
Percaya hanya kamu di hatinya
Lalu hidup akan seindah surga
Oo, cintai, cintai, tanpa tuntutan yang membebani
Sejujurnya, saat itu lagu dengan nada yang sederhana, tak bisa saya katakan megah, itu sangat menggugah. Well, basically lagu-lagu dengan nada sederhana kerap menggugah saya. Saya tidak mengerti apakah karena memang ceritanya sangat mendukung lagu tersebut dan sebaliknya, atau memang syair itu yang begitu bermakna.
Menurut kalian?
Menurut kalian?
February 03, 2010
FILM PORNO YANG BERBAU HORROR
Raped By Saitan. Apa yang pertama kali Anda pikirkan saat pertama kali mendengar Judul Film tersebut. Saya: Saya hanya ingin Departemen Penerangan kembali.
Okay, Saya bukan pendukung gerakan sensor menyensor. Apabila kualitas atau isi suatu film memang bagus, maka mungkin detil-detil kecil yang 'sedikit dewasa' tidak masalah buat saya. Tapi, saat suatu film, mungkin menurut saya, isinya hanya sampah, dan hanya menjual perempuan berbikini, berbaju mini, atau setengah bugil dengan adegan-adegan mesra, demi anak-anak kalian *jika kalian memang berpikir memiliki keturunan*, BERHENTILAH MEMBUAT SAMPAH!
Baiklah, Saya bukan seseorang yang menentang penggunaan bikini, saya juga tidak berpakaian serba tertutup, tapi semua itu harus disesuaikan dengan tempatnya. Bukan untuk diekspos di sebuah film yang tidak memiliki jalan cerita, hanya serangkaian adegan cium mencium, atau raba meraba. For God's Sake, lebih baik saya melihat Hamster lari-lari di rodanya selama 3 jam daripada menonton sampah seperti itu.
Seperti menyaksikan kemunduran mental para pembuat film. Sedih dan ironis. Di tengah bangkitnya beberapa film yang berhasil memenangkan penghargaan di ajang internasional seperi Rumah Dara. Film-film *sebut saja* semi porno ini juga ikut bermunculan. Mungkin sebentar lagi bioskop entah apa yang berdiri di daeran Pasar Senen itu akan semegah Metropole dan XXI lainnya. Karena mungkin, di sanalah mereka bertahan, dan sekarang mulai bangkit.
Sebenarnya, hal ini telah mengganggu saya sejak lama. Sejak beberapa film Komedi yang juga mengeksploitasi perempuan bermunculan di Indonesia. Tapi, saat saya mengetahui film-film berjudul Hantu Puncak Datang Bulan dan Raped by Saitan akan dirilis setelah Film Suster Keramas, saya benar-benar muak. Hah, kepada siapa kita harus bicara ya? Pemerintah dan MUI akan menjadi pihak terakhir yang mengetahui film-film ini sebelum benar-benar tayang. Karena pasti pada saat film ini diproduksi sampai dengan trailernya ada di mana-mana, mereka belum tentu aware akan hal ini. Maka, dengan ini, saya berkata: DEMI ANAK-ANAK KALIAN, DEMI KELUARGA KALIAN, para pembuat Film, para penanam modal, dan para pemain film, bisakah kalian sedikit memeras otak kalian dan menghasilkan film-film yang benar-benar berkualitas? Saya mohon, berhentilah membuat sampah-sampah seperti ini. Toh, bagi mereka yang membutuhkan, Glodok dan Mangga Dua masih berdiri tegak. ;p
Terima kasih.
Okay, Saya bukan pendukung gerakan sensor menyensor. Apabila kualitas atau isi suatu film memang bagus, maka mungkin detil-detil kecil yang 'sedikit dewasa' tidak masalah buat saya. Tapi, saat suatu film, mungkin menurut saya, isinya hanya sampah, dan hanya menjual perempuan berbikini, berbaju mini, atau setengah bugil dengan adegan-adegan mesra, demi anak-anak kalian *jika kalian memang berpikir memiliki keturunan*, BERHENTILAH MEMBUAT SAMPAH!
Baiklah, Saya bukan seseorang yang menentang penggunaan bikini, saya juga tidak berpakaian serba tertutup, tapi semua itu harus disesuaikan dengan tempatnya. Bukan untuk diekspos di sebuah film yang tidak memiliki jalan cerita, hanya serangkaian adegan cium mencium, atau raba meraba. For God's Sake, lebih baik saya melihat Hamster lari-lari di rodanya selama 3 jam daripada menonton sampah seperti itu.
Seperti menyaksikan kemunduran mental para pembuat film. Sedih dan ironis. Di tengah bangkitnya beberapa film yang berhasil memenangkan penghargaan di ajang internasional seperi Rumah Dara. Film-film *sebut saja* semi porno ini juga ikut bermunculan. Mungkin sebentar lagi bioskop entah apa yang berdiri di daeran Pasar Senen itu akan semegah Metropole dan XXI lainnya. Karena mungkin, di sanalah mereka bertahan, dan sekarang mulai bangkit.
Sebenarnya, hal ini telah mengganggu saya sejak lama. Sejak beberapa film Komedi yang juga mengeksploitasi perempuan bermunculan di Indonesia. Tapi, saat saya mengetahui film-film berjudul Hantu Puncak Datang Bulan dan Raped by Saitan akan dirilis setelah Film Suster Keramas, saya benar-benar muak. Hah, kepada siapa kita harus bicara ya? Pemerintah dan MUI akan menjadi pihak terakhir yang mengetahui film-film ini sebelum benar-benar tayang. Karena pasti pada saat film ini diproduksi sampai dengan trailernya ada di mana-mana, mereka belum tentu aware akan hal ini. Maka, dengan ini, saya berkata: DEMI ANAK-ANAK KALIAN, DEMI KELUARGA KALIAN, para pembuat Film, para penanam modal, dan para pemain film, bisakah kalian sedikit memeras otak kalian dan menghasilkan film-film yang benar-benar berkualitas? Saya mohon, berhentilah membuat sampah-sampah seperti ini. Toh, bagi mereka yang membutuhkan, Glodok dan Mangga Dua masih berdiri tegak. ;p
Terima kasih.
movie updates!
Err, ngga bisa tidur. Insomnia kampret deh. Tau aja saat yang tepat untuk insomnia yang tepat. **mentang2 harus nyelesain materi-materi**
Tapi, sebelum bekerja, ada baiknya kita berhura-hura. Maka saya ingin sekali menulis. Tapi, karena kadar oksigen di otak juga menipis karena pada malam hari tanaman juga bernapas dengan menghirup Oksigen, maka saya tidak bisa menulis sesuatu yang bermakna.
Maka, dengan segala keterbatasan, saya hanya akan membuat List movie update yang saya tonton sama si anak dodol. New Moon (yes, jangan tanya kenapa gw nonton felm ini. ada dakota fanning dan shark boy tentunya), Old Dogs, Avatar, Sang Pemimpi, Sherlock Holmes, Astro Boy, Princess and the Frog, Did You Hear About The Morgans? dan Legion. (oiya, saya nonton NINE juga. Ini nontonnya sama si dodol juga, tapi dodol2, a.k.a Kochai)
Buat apa list ini? Ngga tau. *hhh, ini posting gw semakin lama semakin gak bermutu ya?* Ya, doakan saja saya akan menulis tentang film-film ini. Bukan buat review sih, untuk sharing aja. *cih, tengil*
Oh iya, untuk mengingatkan (SAYA) saja, ini wishlist saya: Edge of Darkness, It's Complicated, Alice in the Wonderland, hmm. udah deh itu dulu. Wishlist di imdb.com ngga tahu kapan sampainya di Jakarta. -_-"
Tapi, sebelum bekerja, ada baiknya kita berhura-hura. Maka saya ingin sekali menulis. Tapi, karena kadar oksigen di otak juga menipis karena pada malam hari tanaman juga bernapas dengan menghirup Oksigen, maka saya tidak bisa menulis sesuatu yang bermakna.
Maka, dengan segala keterbatasan, saya hanya akan membuat List movie update yang saya tonton sama si anak dodol. New Moon (yes, jangan tanya kenapa gw nonton felm ini. ada dakota fanning dan shark boy tentunya), Old Dogs, Avatar, Sang Pemimpi, Sherlock Holmes, Astro Boy, Princess and the Frog, Did You Hear About The Morgans? dan Legion. (oiya, saya nonton NINE juga. Ini nontonnya sama si dodol juga, tapi dodol2, a.k.a Kochai)
Buat apa list ini? Ngga tau. *hhh, ini posting gw semakin lama semakin gak bermutu ya?* Ya, doakan saja saya akan menulis tentang film-film ini. Bukan buat review sih, untuk sharing aja. *cih, tengil*
Oh iya, untuk mengingatkan (SAYA) saja, ini wishlist saya: Edge of Darkness, It's Complicated, Alice in the Wonderland, hmm. udah deh itu dulu. Wishlist di imdb.com ngga tahu kapan sampainya di Jakarta. -_-"
Subscribe to:
Posts (Atom)












