cari di sini

August 27, 2009

Pelecehan Lagu Indonesia Raya oleh Negara Tetangga?

Tiba-tiba menjadi penasaran ketika membaca status seorang teman tentang Malaysia yang dituding melecehkan lagu Indonesia Raya. Setelah mendapatkan link-nya dari Rani Sukma, (Pelecehan Teks Indonesia Raya) saya kemudian berpikir: Pertama, apakah benar hal ini dilakukan oleh Malaysia? Bagaimana bila hal ini dilakukan oleh orang Indonesia sendiri. Bahasa Melayu dapat dipelajari, kita pun bisa membuat teks ke-melayu-melayu-an seperti teks tersebut. Jika Anda menghadapi kesulitan, hubungi Charly ST12, mungkin beliau bisa membantu Anda. *Duh, maaf, ini ngga sengaja keketik, saking saya introvert jadi apa yang di otak ikut keketik juga*
Bagaimana kalo ini dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin hubungan dua negara ini semakin buruk, mungkin dengan alasan nasionalisme: kesal dengan semua ulah negara tetangga itu. Mungkin juga karena gejolak kaWula muda yang memang senang dengan konflik.
Namun, apabila memang hal ini dilakukan oleh pihak negara tetangga, saya rasa, kita tidak perlu memperburuk hubungan antara Indonesia dengan negara tersebut. *Ya, maksud saya, DIPUTUS AJA KALI YA, HUBUNGANNYA. LAH DARIPADA BERHUBUNGAN TAPI CUMA BISA BIKIN ORANG INDONESIA NAMBAH DOSA KARENA KERJAANNYA MARAH-MARAH SAMA MISUH-MISUH, PADAHAL NGGA TAHU JUGA SIAPA DALANGNYA*
Kedua, Saya juga merasa hal ini pukulan telak bagi rakyat Indonesia. Ketika AFC 2006 silam, saya pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama hampir seluruh orang yang berada di stadion utama Gelora Bung Karno. Memang sangat Hikmat dan menggetarkan jiwa. Namun, saya tidak akan munafik, hal ini hanya saya rasakan ketika kita berhadapan dengan bangsa atau negara lain. Ketika kita akan bertanding melawan negara lain, atau berada di sebuah konvensi internasional, atau menjamu pihak internasional. Bagaimana dengan menyanyikannya di upacara bendera? Bagaimana menyanyikannya ketika wisuda di balairung tadi? Bagaimana menyanyikannya ketika rapat-rapat dewan negara? bagaimana menyanyikannya ketika membuka satu ajang nasional? Sejujurnya saya prihatin.
Saya pernah melarang suatu acara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hal ini dikarenakan saya tidak yakin peserta dapat menyanyikan Lagu yang agung ini dengan hikmat. Hal ini saya lakukan karena satu pengalaman serupa. Ketika pembukaan satu pertandingan nasional di Senayan. Saat itu Bapak Agum Gumelar meminta panita mengganti lagu Indonesia Raya dengan lagu kebangsaan lainnya. Namun, panitia tetap memaksakan peserta menyanyikan lagu tersebut. Hasilnya, Bapak Agum Gumelar yang memberi sambutan, menegur semua orang dalam sambutannya atas sikap kita ketika menyanyikan lagu tersebut. Saat itu juga saya merasa itu sangat benar!
Sekarang, marilah kita berkaca. Kita, mungkin, memang tidak pernah menghina lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya. Tapi, APAKAH KITA TELAH MEMBERI PENGHORMATAN YANG PANTAS UNTUK LAGU TERSEBUT? Apakah kita berdiri tegap ketika menyanyikannya? Atau sambil garuk-garuk? tengak-tengok? berdiri dengan santai? Apakah kita sadar bagaimana perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi merdekanya Indonesia, sehingga Lagu ini bisa berkumandang tanpa perlu sembunyi-sembunyi.
Sangatlah mulia ketika kita membela negara kita di mata dunia. Tapi lihatlah ke dalam. Adakah kita telah benar-benar menghargai negara kita? Apakah kita perlu sejuta pemicu dari luar untuk kemudian terbakar dan mati-matian membela negara kita? Atau berangkat sekarang ke masa lalu, untuk menghargai apa yang kita punya sekarang?

*Bukan berarti kekesalan saya hilang ya dengan negara tetangga itu, saya masih sangat kesal kok. Tapi mencoba untuk introspeksi sebelum memaki.*

August 20, 2009

Kebudayaan yang kerap dicuri

Budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Indonesia adalah negara yang berbudaya. Manusianya memiliki kapasitas yang besar untuk mencipta, merasa dan membangun karsa yang tinggi. Bagaimana dengan bangsa yang selalu mencuri budaya bangsa lain?
Bangsa yang kerap mencuri kebudayaan, adalah bangsa yang tidak memiliki budaya. Saat mereka tidak memiliki budaya, apakah karena manusianya yang tidak memiliki kemampuan untuk mencipta, merasa dan membangun karsa? Kreativitas adalah kemampuan tertinggi manusia. Kita mampu mencipta dan mengembangkan suatu kebudayaan, kesenian, dengan kreativitas kita. Bagaimana dengan bangsa yang kerap mecuri kebudayaan dan kesenian bangsa lain? Ya, mungkin bangsa tersebut memang tidak memiliki cukup kreativitas.
Patutkah kita marah? Patut. Namun patutkah kita bangga? Lebih patut lagi. Bukan karena kita membiarkan kebudayaan dan kesenian kita dicuri. Namun karena tingginya nilai budaya dan kesenian kita, sehingga apa yang kita miliki secara turun-temurun dicuri. Tidak akan suatu hal dicuri atau direbut, apabila sesuatu hal tersebut tidak memiliki nilai atau harga yang tinggi, bukan? Maka dari itu, jika kita pernah lupa berbangga diri dengan kebudayaan kita, kesenian kita, serta kekayaan kita. BERBANGGALAH, mulai dari sekarang!
Di balik kemarahan atas apa yang telah terjadi, ada baiknya kita berterima kasih. Dengan semua 'klaim' dan kisah 'curi-mencuri' ini, nasionalisme kita digugah. Mungkin sesaat kita lupa, sesaat hal ini padam. Dan ketika hal ini terjadi, kita berlomba-lomba mengutuk pencurinya. Kemana saja kalian sebelum kita 'kecopetan'? Kita juga patut berterima kasih. Selain membangkitkan nasionalisme dan kebanggaan kita akan budaya dan kesenian kita, dengan adanya hal ini, semoga mereka juga memperkenalkan budaya kita ke mata dunia. Semoga lantas dunia juga tahu, akar dan asal asli dari kebudayaan dan kesenian ini. Karena di balik kebudayaan dan kesenian, biasanya akan ada kisah atau latar belakang demografisnya.
Ya sudah, cukuplah kuliah hari ini. Semoga kemarahan, kekesalan, dan kemurkaan ini bukan hanya cambuk sesaat. Semoga kebanggan, nasionalisme dan kobaran semangat ini juga tidak hanya sesaat. Batik milik kami, mungkin juga milik yang lain. Angklung milik kami, tanah kami subur penuh kebun bambu. Reog milik kami, konon banyak raksasa pemangsa di cerita buyut-buyut kami. Rasa Sayange milik kami, lihatlah negara kepulauan kami. Maka kami nyanyikan: "lihat kapal dari jauh.." Tari Pendet milik kami, silakan pelajari sejarah kami.

August 16, 2009

Penyelaman massal, haruskah?

Rekor penyelaman di pantai Malaraya, Manado Utara. Perlukah?

Di balik setiap aksi, ada motivasi. Namun di balik setiap aksi ada akibat yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan. Penyelaman massal yang telah memecahkan rekor dunia memang memiliki motivasi yang baik untuk negara ini, terlebih lagi negara kita dikenal sebagai negara maritim. Pemecahan rekor ini memang membawa nama Indonesia ke kancah internasional, namun entah mengapa, saya masih sinis mendengarnya.
Mencoba melihat dari sisi lain. Saya memang tidak tahu detil dari pemetaan penyelaman acara ini. Namun, membayangkan ribuan penyelam akan menyerbu laut ada ketakutan terbesar yang hadir di otak saya. BAGAIMANA NASIB TERUMBU KARANG DI SANA? BAGAIMANA NASIB IKAN DI SANA? Apakah ribuan penyelam tidak akan merusak ekosistem mereka? Apakah ribuan penyelam tidak akan membuat ikan-ikan di sana stress karena harus berebut tempat dengan monster-monster darat yang menggunakan tangki oksigen di dalam laut? Hanya membayangkan, membuat saya muak dan kesal.
Melihat siaran langsung, saya tidak tahu harus berpikir apa. Toh, yang terlihat hanya gelembung-gelembung udara. Semoga mereka tidak merusak terumbu-terumbu karang yang indah. Atau merusak terumbu-terumbu karang yang baru mulai tumbuh. Semoga mereka tidak mengusir atau membatasi pergerakan ikan-ikan laut yang biasanya berenang bebas. Yang lautnya pun telah tercemar dan terkontaminasi oleh ulah-ulah manusia. Semoga.
Hanya mencoba berpikir dari sudut pandang lain. Apalah artinya nama kita dikenang di moment ini dalam pemecahan rekor penyelaman massal, apabila bertahun-tahun kemudian keindahan terumbu karang dan ikan-ikan harus terganggu. Mendapatkan nama dalam aksi puncak sesaat, merusak sesuatu yang mebutuhkan waktu pulih yang lama.
Semoga ini hanya ketakutan saya semata. Yang selama ini kadang terpikir tidak perlu mengekspos secara berlebihan keindahan alam Indonesia, hanya karena takut keindahan ini hilang karena tangan-tangan pihak komersil yang dengan mudahnya membangun dan 'mempermudah' wisatawan, namun merusak keindahan asli alam itu.
Untuk segala aksi, akan ada akibatnya. Semoga apa yang telah dicapai manusia Indonesia, tidak berdampak buruk bagi kehidupan laut Indonesia. Selamat kepada para pemecah rekor penyelaman massal. Semoga apa yang saya tulis di sini, hanya tulisan semata.

July 07, 2009

Michael Jackson - Childhood

This is one of Michael Jackson that i LOVE so Much..

CHILDHOOD

Have you seen my childhood?
I'm searching for the world that i come from
'cause i've been looking around
In the lost and found of my heart...
No one understands me
They view it as such strange eccentricities...
'cause i keep kidding around
Like a child, but pardon me...

People say i'm not okay
'cause i love such elementary things...
It's been my fate to compensate,
For the childhood
I've never known...

Have you seen my childhood?
I'm searching for that wonder in my youth
Like pirates in adventurous dreams,
Of conquest and kings on the throne...

Before you judge me, try hard to love me,
Look within your heart then ask,
Have you seen my childhood?

People say i'm strange that way
'cause i love such elementary things,
It's been my fate to compensate,
For the childhood i've never known...

Have you seen my childhood?
I'm searching for that wonder in my youth
Like fantastical stories to share
The dreams i would dare, watch me fly...

Before you judge me, try hard to love me.
The painful youth i've had
Have you seen my childhood....

June 04, 2009

Surga di telapak kaki Ibu

Sebenarnya, ini bukan notes yang spesial. Tapi hanya ingin menuliskan apa yang gw anggap patut diingat aja. Kemarin, 2 Juni ,gw menyaksikan acaranya Tukul, Bukan Empat Mata, dan bintang tamunya adalah oh-cepetan-pergi-ke-dokter-jangan-roadshow-aja-Manohara dan Ibundanya. Ya, bukan itu sih inti notesnya, kan gw bilang gw ingin menuliskan apa yang gw anggap patut gw ingat. Dan lo ngga berpikir kalo siapa bintang tamu di Bukan Empat Mata itu patut diingat kan?
Intinya, dalam acara itu, Tukul membuat satu pernyataan yang WOW banget buat gw. Ya, entahlah itu adalah ide si Mas Tukul atau ide siapapun-dia-yang-seharusnya-dibayar-lebih-mahal-karena-dia yang mengendalikan Tukul lewat laptopnya. Tapi tiba-tiba terucap dari mulutnya Mas Tukul:
" Ya, Surga itu di telapak kaki Ibu, makanya cari Ibu yang banyak..Biar surganya banyak.."

Wow, buat gw ini Wow banget. Entah kenapa kalimat ini Bagus banget buat gw, walaupun agak ambigu, sampai si Vega dan orang-orang -yang mungkin mikirnya ke arah poligami- tertawa dengan celotehnya si Mas Tukul. Nampaknya, gw menangkap apa maksud (semoga) sebenarnya dari kalimatnya Mas Tukul. Dan, benar saja, Mas Tukul kemudian bilang:
"Cari Ibu yang banyak tuh bukan cari Ibu-Ibu sebanyak-banyaknya (dikoleksi, red.) tapi tuh berbuat baik sama perempuan-perempuan,, ...."

Yes, ini yang gw tangkep dari kata2nya Mas Tukul. Bukannya gw merendahkan kaum Ayah atau kaum Pria ya, tapi kan bunyi pepatahnya emang begitu..'Surga di telapak Kaki Ibu.' Gw setuju banget dengan kata-kata: carilah surga sebanyak-banyaknya. Yang artinya, perlakukanlah setiap wanita sebagaimana kalian memperlakukan Ibu kalian sendiri. Percaya deh, gw ngga bisa mengungkapkan gimana rasanya saat lo bisa membantu seseorang -terlepas ini Ibu-Ibu atau Bapak-Bapak sih-, tapi kalo bisa gw simpulkan dengan kata-kata: itu rasanya indah banget.

Hua, mungkin, bisa dibilang setiap kali gw berbuat sesuatu, dengan ke-Feeling-an gw, gw ikhlas ngga ikhlas. Contohnya, ketika mungkin gw memberi tempat duduk, menyebrangkan, atau mungkin membeli sesuatu dari seorang ibu tua renta yang berjualan, gw mikir: 'huff, hidup ini agak keras ya buat mereka..semoga kalo someday orang tua gw mengalaminya, ada orang yang juga membantu orang tua gw.' Well, gw memang harus belajar ikhlas untuk melakukan sesuatu. Tapi, untuk sekarang ini, motivasi ini yang bisa mendorong gw untuk bisa membantu orang di sekeliling gw.

Ya, semakin panjang notes ini yang ada gw malah akan riya dan pongah. Maka gw cuma berpesan, Surga di telapak kaki ibu, maka, carilah surga sebanyak-banyaknya.
Buat para Ayah, tunggu ya, akan ada notes tentang kalian. :D

June 03, 2009

Aku mencintaimu, Jangan lepaskan aku

Ini dari seorang rekan kerjaku
Swear ini bukan buatan gw...sangat menghibur di hari yang ngantukkin ini....

Percakapan pasangan yang baru menikah....

Co : akhirnya ! aku sdh menunggu saat ini sejak lama !
Cw : apakah kamu rela jika aku pergi ?

Co : Tentu tidak ! Jangan pernah kau berpikir seperti itu.
Cw : Apakah kau mencintaiku ?

Co : Tentu! Selamanya akan tetap begitu
Cw : Apakah kau pernah selingkuh ?

Co : Tidak! aku tidak akan pernah melakukan hal setolol itu
Cw : Maukah kau menciumku ??

Co : ya
Cw : sayangku........

SETELAH 10 TAHUN MENIKAH, silahkan baca dibalik, dari bawah ke atas

May 28, 2009

Ajari aku menjadi yang engkau cinta

I've fallen in Love with this song in 2008. Tapi belakangan ini gw mendengarkan iklan salah satu operator dan bikin gw inget lagu ini. Dan akhirnya gw membuka file flv gw dan menemukan lagu ini. Setelah gw denger ulang, gw tiba-tiba mikir dengan sinisnya (tentang diri gw sendiri): Blah banget kalo waktu itu lagu ini gw maknai tentang seorang cowo. Dan tiba-tiba gw mikir lagu ini harusnya buat Allah.
Wakakakak, entah karena besok deadline skripsi or what so gw jadi relijius *spiritual-focused coping*. Tapi, pernahkah kalian berharap bisa dicintai seseorang?? Trus, pernahkah kalian meminta Tuhan mengajarkan kita caranya untuk menjadi dicintai oleh-Nya? Hmpft! Gw dengan segala keyakinan gw, dan kemampuan gw menjalankan agama gw (yang masih minim), segala kepercayaan gw terhadap-Nya. Gw merasa, lagu ini sangat....

Ajari aku ‘tuk bisa
Menjadi yang engkau cinta
Agar ku bisa memiliki rasa
Yang luar biasa untukku dan untukmu

Ku harap engkau mengerti
Akan semua yang ku pinta
Karena kau cahaya hidupku, malamku
‘tuk terangi jalan ku yang berliku

Hanya engkau yang bisa
Hanya engkau yang tahu
Hanya engkau yang mengerti, semua inginku

[ajari aku 'tuk bisa mencintaimu]
[ajari aku 'tuk bisa mengerti kamu]

Mungkinkah semua akan terjadi pada diriku
Hanya engkau yang tahu
Ajari aku ‘tuk bisa mencintaimu

May 27, 2009

Malu bertanya, Copet di jalan

Iya..notes ini lahir karena sifat -kurang-Introvert gw yang tidak melindungi rasa keingintahuan gw yang agak berlebihan.

Suatu hari, gw memutuskan untuk pulang kerja naik bus (kesannya biasanya ngga naik bus ya, padahal cuma kalo lagi kaya, ujan, cape, atau tengil aja gw pulang naik taksi). Saat gw naik bus, penumpangnya cukup ramai, tapi syukurnya gw masih dapat tempat duduk. Tapi beberapa halte kemudian, busnya jadi sesak sehingga banyak orang yang berdiri.
Duduk di belakang supir, gw mulai memperhatikan hal yang aneh. Ada seorang bapak yang duduk di bangku besar di samping supir bergelagat aneh. Setiap kali titik-titik di mana banyak orang berdesakkan untuk turun, dia akan berdiri seolah-olah akan turun dan ikut berdesakkan, tapi kemudian duduk kembali. Beberapa saat kemudian, gw menemukan hal aneh lainnya. Setiap kali berdesak-desakkan, ia berdiri dan meletakkan tangan kirinya di samping pahanya. Namun, apabila kita biasanya meletakkan tangan di sisi badan dengan telapak menghadap paha sendiri, ia telapak tangannya menghadap ke paha orang lain yang berdesakkan dengannya.
Berhubung gw sering diingatkan untuk tidak berprasangka buruk, gw punya 3 pikiran tentang hal ini: 1. apakah orang ini mengidap gangguan seksual. 2. Orang ini pencopet. 3. Orang ini emang tangannya seperti itu *kita ngga boleh berprasangka buruk kalo dia jahat toh?*
Beberapa perhentian berikutnya, dia kerap melakukan hal itu. Dia melakukannya terhadap orang yang mengenakan celana saja. Apabila ia melakukannya sama mba-mba atau ibu-ibu yang pakai rok mungkin notes ini ngga akan ada, karena kemungkinan besar dia mengidap gangguan seksual. Atau sejak kali pertama melakukannya, ia sudah dipukuli orang satu bus karena mba-mbanya teriak.
Sampai di UKI, rasa ingin tahu gw yang didukung ke-kurang-Introvert-an gw memuncak. Maka, kemudian gw ikut berdiri dengan orang-orang itu, berdiri dekat si bapak itu dan bertanya: "Pak, Bapak Copet ya??!!"
Iya, mungkin gw salah, karena emang kadang-kadang suara gw kebesaran, tapi respon bapak itu berlebihan banget. Dia langsung mengumpat "BR3NGSEK! ANJ#N6! ORANG LAGI CARI DUIT!" Trus Bapak itu langsung maksa turun sambil mengacungkan tinjunya ke arah bus, *apa ke arah gw ya?*
Duh, apakah gw telah menyakiti hatinya? Kalo Bapak itu baca notes gw, gw mau minta maaf. Pak, maaf ya kalo saya menyakiti hati Bapak. Saya cuma mengingat kata pepatah, "malu bertanya Copet di jalan." Saya Juga inget prinsip kalo kita ngga boleh berprasangka buruk. Maaf ya Pak. Ya, semoga Bapak mendapatkan cari mencari uang yang lebih tidak dipertanyakan sama orang-orang seperti saya.

Buat teman-teman. Hati-hati ya.

May 22, 2009

"Aku sayang kamu",,hmm..Aku-nya U-nya 5 ya mas..Sayang-nya A-nya 5 juga..

Beberapa hari yang lalu, "gw merasakan gaya pacaran ala bokap-nyokap gw dulu, dimana: HP belum ada.. karena gw lupa bawa HP." Bukan ini sih yang mau gw tulis. Tapi, dengan ungkapan ini yang gw bawa ke UPA, tiba-tiba saat itu, bersama titis, Ikyu, dan Ijul, *ada lagi ga?*, kita membahas: What if 'anak-jaman-sekarang' (sorry for using this term, but i can't find any easier way to name it) pacaran dijaman pager?

Percakapan antara si Gadis dan Mas2 operator Pager, sebut saja Star Page.
si gadis: Mas, mau titip pesan untuk pesawat 666 donk
operator: oh iya silakan Mba, apa pesannya?
si gadis: Hmm, pesennya... *malu-malu* "AKU SAYANG KAMU"
operator: oh, buat pacarnya ya? baiklah.. selamat malam Mba.. berusaha mengakhir pembicaraan supaya bisa nerima telepon lain
si gadis: eh mas! mas!
operator: ada apa lagi mba??
si gadis: *kembali malu-malu* AKU-nya 'U'-nya 5 ya mas..; trus SAYANG-nya 'A'-nya 5 juga..; nah KAMU-nya, 'U'-nya 12 ya mas..
operator: duh, kok banyak amat Mba?? ngga biasa aja??
si gadis: duh mas, ikutin aja deh... eh, mas..tambahin 'MUACH' ya.. pake A-nya 4 aja, trus pake 'C' sama 'H'...
operator: *males berdebat* iya mba. selamat malaa
si gadis: eh mas! mas!
operator: apalagi mba?
si gadis: hmm..jangan lupa hurufnya geDe keCiL-gEde KeciL ya mAs...
operator: mba,,dateng aja kesini deh, ketik sendiri,,naek taksi,,biar saya yang bayar taksinya! *click* tut-tut-tut-tut


Ahahaha, bersyukurlah sekarang kita bisa ngetik pesen sendiri. gw sendiri? Gw sering menggunakan jumlah huruf yang berlebihan kalo sedang chat dengan teman-teman gw.. buat gw ini berfungsi sebagai emoticon, jadi temen gw bisa ngebayangin gimana gw ngucapinnya.. *Soalnya kalo gw ngomong gw juga suka nambah jumlah huruf vokal* kaya: kochaiiiiiiiiiiiiiii..atau cumiiiiiiiiiiiiiiiiii..atau kampreeeeeeeeeeeet!!
Dan, yap!! gw bersyukur karena gw bisa mengetik sendiri pesan yang ingin gw sampaikan.

Okay, gw masih bisa menikmati jumlah vokal yang berlebihan,,tapi cara penulisan yang berubah berlebihan cukup membuat gw merasa 'tua'. Apalagi kalo huruf kapitalnya berterbaran dimana-mana. Gw benar-benar merasa 'tua' karena butuh waktu lebih untuk memahami singkatan atau cara penulisan yang ekstrem anehnya, ditambah lagi kapital yang bertebaran itu juga suka bikin pusing. Merasa...beda cohort.

Bukan bermaksud menyinggung siapapun, ini hanya oleh-oleh obrolan di UPA bersama ondel-ondel, ikyu dan ijoel.
Kalo ada jarum patah jangan di simpan di dalam peti, kalo ada kata yang salah jangan di simpan di dalam hati (teman masa kecil, dalam kumpulan biodata dalam diary, 1995).

May 16, 2009

yang kurindukan..

- duduk di kelas, bukan dengerin dosen malah nulis curhatan*tepatnya baca curhatan Rara di kertas kuning punya Kochai*
- duduk di H3, makan di kantin ibu murah sambil glempar-glempor ngerjain tugas..
- menyambangi kost-an kochai,,kadang pake aksi tutup pintu soalnya di luar Oom Anjasmara lagi shooting..
- menggila di H3 *ngeliatin Rara gulang-guling stress, karena Rara yang T-nya paling besar*
- pulang saat matahari aja udah cape bersinar di belahan bumi ini..
- invasi ke kamar Anna gulang-guling memanfaatkan tiap lapak yang kosong..
- Numpang di kantor papanya Yuki tapi tetep ada -chat time- sebelum masuk ke topik utama..
- kata2 "Eh..BESOK kan UAS...Nonton yuk.." trus dijawab: "YUK!!"
- Ngeliatin kelompok lain kelimpungan bikin tugas sementara kita mikir *kita bego amat apa ya?? mereka panik kenapa kita santai2 aja?? pasti ada yang salah!!* sejurus kemudian *ah,,yakin aja sih ama yang kita kerjain*
- Kelompok lain udah panik mikirin tugas..kita masih nyantai mikirin nonton apa..jalan kemana...Kelompok lain panik mikirin kompre..kita sibuk mikirin pake baju apa...
*edited, added:*
- melihat adih dan gadgetnya yang oke..sambil dengerin dia ngelucu..*bukan mendengar yang dia ajarin..hahah*
- merekam si Bambang yang tertidur di kelas waktu Psi Konseling.. wakakakak...

huah...sejumput kejadian yang belakangan gw kangenin nih...
miss you all guys.. blom konkret toh rencana jalan2nya??