cari di sini

October 26, 2011

Have a fab race on heaven, Sic

I've pushed my self that hard not to feel this. But I've failed.

Percaya atau ngga, gw berusaha that hard lho untuk gak sedih atas meninggalnya Simoncelli. Tapi gagal. Gw merasa having overrated feeling when Jobs passed away, sama seperti sekarang. Since, people would say 'siapa lo? kenal? Akrab?'

Gw suka moto gp dari kecil. Dulu kelas-kelas balapannya masih dinamai berdasarkan CC kendaraannya- 125 cc, 250 cc, dan 500 cc. Gw sedih banget ngeliat Doohan kariernya berakhir karena kecelakaan parah yang membuat kakinya cedera parah. Kemudian terharu melihat juara dunia ini 'mementori' Rossi. Datang dan memberi semangat sebelum race. Hdirdan memberi selamat setelah race.
Yang gw inget gw following (baca: mengamati) Rossi's carrier from 1996 untill 1999 with Aprilia, sampai akhirnya dia naik ke kelas 500 cc (moto gp) bersama honda, yamaha dan ducati. Gw mengikuti bagaimana ia selalu mencipta trend. Bagaimana ia akan jongkok dengan baju balap di samping motornya, memegang footstep, lalu 'menjalin komunikasi' dengan khusyuknya bersama motornya sebelum warm-up lap.
I do grow up with this Moto-GP thingy. *Oh, i never like Biaggi or Barros. And I love Pedrosa, this lil cute dwarf..*
I watched the race on TV, i saw the red flag. I was afraid to see the re-run kw whatsoever that show the chronological scenes of the accidents. Bodohnya, *curiousity kills the cat* gw malah mencari tahu kenapa helmnya bisa lepas. Dan mempelajari kemungkinan-kemungkinannya.
*curiousity kills the cat* gw malah mendapatkan gambar-gambar Rossi yang menangis, shocked, terhenyak setelah kecelakaan itu. Man, i could feel that my heart is broken. Tell me that I'm exxagerated, indeed. *read the news*


Wondering how it feels like, teman satu negara, sering disebut sebagai titisannya, partner berlatih motor cross.. They're so close.. Then Rossi saw the accident, or i should say involved, things that I don't want to say actually.
No. Gw tidak menyalahkan Rossi nor Edwards. It was an accident. Tapi, kenapa gw sesedih ini ya? Apa karena he's that young and talented. Yes, he was reckless and hazardous rider. But, he gave the dynamic and color in the race, like Rossi do. Atau gw sesedih ini karena melihat Rossi yang sangat terpukul?
Yes, just visit Rossi's official site, and you'll know what I mean.

My deepest condolences for Sic's family.
Some people say, die when you're young is such a bless.
Sic has passed away. In that young age. On the race. One of his favorite thing. I hope it could be another bless for him. :)

So long, Sic58. You'll be missed.


October 17, 2011

Life Need Balance, you are mine.

Everything happens for (a) reason(s). Indeed. 
And, for me, there will always be a good reason. 
I have some reasons that I might hate D so much. But, those reasons be the reasons why I love him even more. *hari apa sih nih? kok gw menye-menye* H

Well, nowadays, I wake up early, even on the weekend. Sebelum jam 7, aku sudah sukses bangun dari tempat tidur, dengan segar bugar. Amazingly, I have started working on that time, on weekend. (⌣́_⌣̀). No, Am not workaholic. Am a matrialistic girl. I need to work for shoes, bag, and, gadgets. Ahahhaa. 
Working, is something that, I could enjoy. Really. I don't know is it because I always (unconsiously) choose the job that I like, or is it me that, just, freak. Anyhei, intinya, pagi ini aku sudah mulai bekerja jam 7 pagi. Walaupun, aku tidur pagi juga, biasanya. Dan, D tiba-tiba datang pukul 11, membawa kue rangi kesukaan ku. Ah! Pacar yang satu ini emang hebat! Kue rangi teman kopi menjadi bateraiku untuk bekerja. D? Dia kutinggal sampai ketiduran di depan TV. Kasian

Ya, ya, ya. Once I'm working, on academic assignments or my business, I'm pulling myself into my own cave. EVEN, I ignored D -several times he said- that ask for lunch. Bahkan dia sampai buat cereal sendiri saking lapernya. Ahaha. 
Let's say, when It comes to Time (management), I'm a strict one, or rigid. I'm too anxious to be anxious. So that I manage my time well, so I can do everything without being in rush *masih bisa prokrastinasi*.. :D Makanya, I love working on my assignments, I'll finish what I've started SOON. But, D, He's on the other side of the ring. Today, when I was in my cave, with all the assignments, He pull me out and said 
'ajak abel berenang yuk! Di PIM!' 
And I was like 'HAH! Gak liat apa ini gw lagi kerja?!' But, call me crazy, I left all the papers and went to the pool. Yes, I love him so much. He spent a lot of time with (waiting for) me. Me and my assignments, me and my business, me and my bla bla bla.. And this time, he took different action in the right time. Because he knows, all I need is a spontaneous random day out. There, he took me. Thank you D. The fact that you often come late, too much laid back, make me insane. But this spontaneous thing, keep me sane. Me, myself, don't think that I need to take some 'rest'. Tapi, setelah berenang aku merasa jauh lebih segar dan bersemangat. Hati gembira pokoknya. :) 

Yah, life need balance, aight? And you, thank you for balancing my life. :*

October 07, 2011

NEUROSCIENCE dan keimanan

*sedang mengerjakan tugas Neuropsychology* 
Tiba-tiba gw teringat sama kuliah neuro yang Selasa lalu *jarang2 nih gw inget tentang kuliah*. Ya walau waktu S1 mata kuliah faal gw lebih banyak membahas sperma anjing, ular, serta cacing dengan bentuk bulat, bulan sabit atau celurit, gw sangat tertarik dengan neuroscience *tertarik itu artinya excited kalo mendengar dosen menerangkan yaaa, bukan berarti gw jago yaaa..*. Nah, Selasa lalu pembahasannya adalah tentang neuron. Ini kira-kira tampang dari neuron itu:

 *gambar diambil dari wikipedia* 

Rumit ya cyynn. But then, mata kuliah ini membahas tentang bagaimana neuron ini berkomunikasi, baik intra-neuron maupun antar-neuronnya. SUBHANALLAH! Super ribet man. Gini, bayangkan kalau kita goyangin jempol kita as if kita lagi joget dangdut. *kebayang gak?* Gerakan itu terjadi karena si otak mengirimkan sinyal untuk otot kita menggerakan si jempol. NAH. Sinyal yang disampaikan ini, bukan sinyal seperti tebak gaya *jangan bayangkan ada jempol-jempol kecil dalam syaraf lo yang diteruskan* Sinyal 'perintah' ini, saat dikomunikasikan di dalam neuron dihantarkan dalam bentuk sinyal listrik. Nah, kalo dari ujung dendrit udah sampai ke akson, sinyal ini disampaikan ke neuron berikutnya melalui proses neurotransmitter. Intinya, ada peranan kimiawi dan listrik yang terjadi. 


Lah terus, gimana caranya si sinyal tersebut bisa membuat jempol goyang-goyang? Nah ini sih gw dikasih tau sama aryo yang lulusan neuroscience: sinyal itu dikirim dalam dalam bentuk 'binary'. Kalo susah bayangin, bayangkan aja kaya kode morse yang kemudian kalo dikumpulkan secara lengkap jadi sebuah perintah untuk goyang-goyang jempol. MAN, bayangkan, sinyal tersebut dihantarkan pada bagian yang keciiiiiiiiiiiiiil banget di badan kita. dan sinyal itu bisa menyebabkan otot-otot kita bergerak. Thus I said:  


BELAJAR NEUROSCIENCE ITU MENINGKATKAN KEIMANAN


Allah menciptakan bagian yang kecil banget di tubuh kita. Dan bagian tersebut memiliki fungsi yang sangat besar. How great He is.  


*kalau mau penjelasan yang lebih tepat, cari sumber yang lebih terpercaya ya* 
Hmm, ngerjain tugas Neuro dulu ya. Suka mata kuliahnya ternyata ngga membuat gw mahir ngecap di tugas ini. :p

October 05, 2011

Time Management


TIME MANAGEMENT itu salah satu kunci sukses.
Gw ngga ngerti sih, kepribadian gw yang mana yang membuat gw sangat menghargai waktu, terutama waktu orang lain. Gw tidak suka menunggu, makanya gw juga ngga suka ditunggu. Biasanya gw akan memperhitungkan untuk bisa sampai ke suatu tempat minimal 30 menit sebelum waktunya. Dan, tau kalo gw bakal datang telat, gw pasti akan bilang dulu sama orang-orang yang berkaitan.   
Pengaturan waktu menjadi hal yang penting buat gw. Gw pasang alarm 2 jam dari waktu gw harus siap. Misalnya: gw harus siap berangkat jam 7, maka alarm gw akan bunyi jam 5. Alasannya, selain sholat, gw itu pemalas bung. Kalo alarm baru bunyi sekali, gw akan tidur lagi sampai gw merasa ikhlas untuk bangun dari tempat tidur. Minimal 1 jam sebelum berangkat.
Nah, gw juga ngga suka buru-buru. Ada dua alasan, pertama PERASAAN saat kita in hurry itu ngga enak banget. apalagi gw orang yang suka merasa bersalah. Beuh! Suka pengen nangis saking kesel sama diri sendiri. Alasan kedua, kalo gw buru-buru, mostly, gw akan melakukan kesalahan, seperti meninggalkan barang yang penting, menumpahkan sesuatu, merusak sesuatu, atau, meninggalkan typo bertebaran di tugas gw. MEH. Makanya, gw suka kesel banget kalo ada orang lelet. *maaf ya orang-orang lelet yang suka gw marahin*
Karena gw sadar, gw itu pemalas, maka, gw harus mengatur waktu sedemikian rupa, supaya gw tetap menikmati hidup gw. Kalo gw mau lelet-lelet, ya gw pasang alarm 30-60 menit lebih awal (lagi). Jadi, gw tetep bisa menikmati masa 'tidur lagi' di pagi hari. Punya waktu untuk 'santai-santai' sebelum mandi. Dan masih bisa menikmati spongebob di pagi hari tanpa perlu buru-buru.
Nah, kenapa gw nulis ini? Karena gw abis marahin temen gw yang suka lelet. Abisnya, orang udah buru-buru, dia tetep sambil lelet-lelet beresin tasnya. Belom lagi, orang udah buru-buru karena telat, dia masih lelet-lelet ngelapin sepatu, atau sekedar ngerapihin barang-barang di kamarnya. Huhu... kenapa dari tadi dia santai-santai internetan. Kenapa pas udah telat dan berangkat dia baru beres-beres.
Waktu itu ngga akan terulang, teman. 
Jangan mau ditinggal.




October 02, 2011

Passion, Where Are You?

Hallo, Saya kembali!
Hehe, biasalah si pemalas yang easily distracted ini lagi banyak tugas dan pekerjaan yang tidak bisa ditunda a.k.a di-prokrastinasi-kan. But I always love this pace. Yes, sometimes, doing nothing would kill me, my brain actually. *random*

Well, minggu lalu mengisi training TRANSFORMERS 2011 bersama Dynamite Training. Temanya "Be Bold and Be Prepared" dan pesanan dari panitia, isinya tentang PASSION. Oh My God, Apa itu Passion? Buah? Passion Fruit? *jayus* *digiling massa* Anyhei, Let me ask you, apakah passion itu? buat anak-anak yang kuliah di Psikologi, apa kita pernah specifically learning about the thing called 'Passion'?? Ya, gw anak bandel sih, kayaknya pas diterangin gw lagi nyoret2 file temen gw, or lagi merancang kejahatan politik. Atau memang tidak pernah diajarkan ya selama kuliah?

But, diajarkan/tidak bukan menjadi suatu alasan buat gw untuk tidak membuat materi yang menarik. *yea rite, di project ini gw menjadi penanggung jawab modul* Yeay! Dan akhirnya, berangkat dari tanya-tanya ke panitia serta orang-orang di sekeliling gw, gw mulai membuat modul tentang passion *masih tetap dalam keadaan pusing, bingung dan ga sreg*. Merasa cukup dengan 'kenyataan', gw mencoba untuk mencari sumber-sumber yang lebih ilmiah. Yes, hampir seminggu gw membaca referensi dari internet, dan gw tambah bingung. Bahkan, untuk sekedar mencari definisi yang 'pas' untuk peserta.

Tapi akhirnya gw mikir, Man, kenapa juga training ini mesti mikirin definisi sih? Inikan bukan training untuk ujian akhir semester. PEEP! Walaupun, pada hari pertama, pertanyaan terbesar peserta adalah tentang 'apa itu passion?' Jawaban gw sih, 'coba jawab, apa itu cinta?' Gw ngga mengecilkan 'arti' dari kata passion, tapi passion itu dirasakan. Sama kaya cinta. Sometimes, you just can't tell it, but once you got it, you feel it! *alasan*

Akhirnya, ada 2 pokok penting yang kami sepakati untuk sampaikan di Training, dan masing-masing point kami sampaikan di 2 hari yang berbeda. Hari pertama tentang Passion serta bagaimana mencapai passion kita. Ibarat kata nih, Hari pertama ini, kami memberi madu. Kami kasih yang indah-indah, bagaimana 'hebat'nya passion dalam menggerakan kita. Banyak muka-muka bahagia di akhir hari. Seakan-akan mereka mendapatkan penerangan tentang apa passion mereka. How to find your PASSION? jawabannya adalah berani mencoba, jangan takut salah, dan terus ambil resiko! gw sendiri, lebih setuju dengan kata 'menemukan', karena Passion ada di dalam diri kita. Dan kalo kita ngga mau mencoba, gimana kita tau if IT suits us or not. Kalo itu passion kita atau bukan. Nah, kalo hari pertama itu madunya Passion, hari kedua gw kasih mereka Pahitnya kenyataan.

Gw ngga bilang kalo lo ngga perlu kerja sesuai passion lo ya. But sometimes, kenyataan itu ngga indah bung. Partner gw, Otto, 'menggampar' peserta pelatihan dengan beberapa slide bergambar 'keluarga', 'komunitas', dan foto 'pernikahan' -dibagian ini, peserta-peserta cowo langsung bersandar lemas di kursinya-. Yes man, kenyataannya, ngga semudah itu kita mendapatkan pekerjaan sesuai passion. Banyak tantangan yang ada di jalan kita. Biar gimana pun, kita ngga hidup sendiri, lho. Ada orang tua, keluarga atau mungkin teman yang CARE dan PEDULI dengan kita. There, I repeat, CARE dan PEDULI.  Bukan sekedar ikut campur ya. Dan faktanya, kita juga ingin membahagiakan mereka, memenuhi harapan mereka, bukan? Saya punya banyak teman yang passionnya di musik atau fotografi, tapi, mereka memilih untuk tidak hidup dari passion mereka ini. For me, Passion is something you would do, FOR FREE. If there's money come with it, It's an extra bonus! Lagian, ngga semua orang segitu mudahnya mendapatkan pekerjaan, apalagi mendapatkan pekerjaan sesuai passion mereka.

Jangan putus asa. Kuncinya bukan semata bekerja sesuai dengan passion kita, tapi bagaimana kita  'menemukan', 'menumbuhkan', 'membawa', dan 'menghidupkan' Passion kita dalam pekerjaan yang kita jalani. Bicara tentang hal ini, kayaknya gw bisa bikin buku. Since, Took almost a week to really 'get into' the subject. agak gak enak ya membuat materi pelatihan yang materinya kita ngga suka atau ngga sreg. Thus I did a lot of reasearch and reading, biar lebih dapet mood dan feelnya. Alhamdulillah, team gw hebat. I BOOM YOU, DynaSIX!

Well, if you wanna talking more about passion, you can email me or contact me ya..
Tulisan ini terlalu random karena ada 2 tugas filsafat ilmu, 1 tugas kuantitatif, 1 topik kualitatif, 1 tugas neuro yang lagi menari-nari di otak. I love you readers.





 

September 18, 2011

minggu pertama kuliah

Halllloooo,

Iya, seperti biasa, saya akan menyalahkan kesibukkan atas kekosongan di blog ini selama beberapa waktu. Tapi hati kalian tidak kosong kan, readers?! *ppfffttt* Tapi si pacar sudah minta diapdet. Hmm, something sounds wrong. Maksutnya, si pacar sudah minta si blog buat diapdet. *This sounds wrong as well, actually*

Hmm, Saya akan bercerita tentang hal penting terjadi di minggu ini: My (another) first week in college!! \(´▽`)/, minggu ini adalah minggu pertama Saya menjadi mahasiswa Magister Profesi Psikologi Pendidikan. I was so nervous so that I kept telling my boyfriend that I was nervous. I asked him, what should I prepare? What would I get and do in each first class? And etc, etc.. D, berusaha menenangkan,
"Biasanya kuliah pertama itu perkenalan, sama dikasih tau silabus sama bukunya. Trus pulang cepet.."

And I was blaming my self for being so percayaan. Percaya aja, dan Saya merasa tenang.
Melangkah menuju ke kelas pertama, Saya seperti habis minum pil senyum. Saya tidak bisa mengontrol garis bibir Saya yang seakan kaku membuat lengkung membentuk senyum, *but I knew I was not the only one, tiba2 Cune masuk kelas sambil tutup mulut dan Saya yakin pasti dia susah mingkem karena maunya senyum*.

Daaaan, hasil dari 2 mata kuliah pertama sangat menakjubkan! Selain berkenalan, silabus, dan referensi, ada tugas sodara2! Yang lebih hebatnya, kuliah di hari Senin itu, meminta kami untuk presentasi di Senin mendatang *fyuh* tapi papernya dikumpulkan hari Kamis! **TIGA HARI SAJA** Dan tugas yang harus dikumpulkan adalah tentang konstruk, dimensi sampai indikator alat ukur yang mau dibuat!! **Jika kau tiba-tiba merasa butuh liburan, katakan Aye, AYE!!!**

Sebenarnya jadwal kuliah Saya hanya hari Senin, Selasa, dan Kamis. Dan Minggu pertama pun kami tidak bisa menggunakan hari Off untuk pengadaptasian kekagetan otak terhadap beban tugas mental yang diberikan. Ya, sebenarnya tugasnya sih biasa saja. Saya rasa, otak kami yang terlalu *berdebu* untuk memikirkan hal-hal teoritis ini. Pfftt..


Beruntungnya Saya satu kelompok dengan orang-orang hebat (dan sabar), sehingga kami bisa menyelesaikan tugasnya dan menyerahkan nasip kami ke tangan dosen. Hehe.
Well, at least, Saya merasa bersyukur karena biaya kuliah yang kami bayar tidak disia-siakan dengan kekosongan. Padat, men.


Dear readers, mari kita saling bergenggaman tangan, bersatu dalam doa dan kekuatan hati. Semoga Saya bisa menjalankannya dengan lancar, Anda bisa menjalankan kuliah dengan lancar, bisnis dengan sukses, jodoh dengan bahagia. #eh.

August 25, 2011

38.9 derajat celcius dan mengajar

Hrr, beberapa hari ini, I'm not feeling well.
Dan SIYALnya, banyak teman-teman saya yang bersyukur karena Saya sakit.
"Wah, lo bisa sakit juga? Syukur deh, kalo ngga sakit lo ngga istirahat."

kata Anna. Belum lagi di twitter. Yah, Saya bersyukur banyak yang memperhatikan Saya, terima kasih lho teman-teman, for knowing me that well. -___-

Saya akhirnya sadar, Saya memang sudah sangat jahat pada tubuh Saya sendiri. Sebutlah, kalau cuma suhu badan yang 'sedikit' meningkat sih biasa. Pusing sih bisa dilawan. Batuk mah pakai masker aja. Malah, pertengahan puasa kemarin, Saya sempat 4 hari gak makan, as in tidak mengonsumsi karbohidrat yang cukup. Jadi ceritanya, Saya sedang tidak puasa, jadi mama tidak membangunkan untuk sahur. Nah sesiangan sibuk kerja dan mengerjakan ini-itu ya, rasanya seperti puasa aja. Then, ketika waktunya berbuka, layaknya saat berpuasa, minum air dan beberapa potong tahu goreng tepung *turun temurun di keluarga* sudah mengisi penuh rongga perut yang kosong. Akhirnya, suatu pagi, Saya merasa sangat lapar saat bangun tidur. Saat itulah Saya baru ingat, kalau ternyata terakhir Saya makan adalah saat buka puasa bersama 4 hari sebelumnya. AHAHAHAHAHA. Ngelawak emang Saya ini.

Nah ceritanya, Selasa kemarin, hari ke-5 OBM 2011, Saya merasa sangat tidak enak badan. Bangun pagi, Saya menggigil dan meriang. Saya memaksakan diri. Karena, memang begitulah biasanya. Badan Saya terasa sangat nyeri, kepala Saya sakit dan pusing. Ya, sakit itu seperti ditusuk-tusuk, dan pusing itu seperti muter-muter, and I got them both.
THE SHOW MUST GO ON. Saya tiba di kampus dengan muka super memelas dan dikasihani sejuta fasilitator lain yang melihat. Masuk ke kelas menggunakan jaket, dan bersiap tampil 'seadanya' karena sangat tidak bisa bergerak.

Tapi, Larry King pernah bilang, saat kau berada di panggung, kamu bukanlah dirimu, kamu adalah dia yang diharapkan ada di panggung. Tiba-tiba Saya merasa 'tambah sakit' dengan menggunakan jaket. Akhirnya, Saya melepaskan jaket dan mencoba terus mengajar 'senormal' biasanya. VOILA, Saya bisa menyelesaikan tugas Saya hari itu. 2 sesi seperti biasa, artinya 2 kali 3 jam untuk memfasilitasi mahasiswa/i baru UI untuk belajar tentang aplikasi e-learning yang digunakan di UI. 2 kali memimpin 55 mahasiswa di kelas yang panjang seperti patas. Alhamdulillah, hasil penilaian mereka sangat memuaskan.

Sayangnya, 'orang lain' dalam diri Saya langsung minggat saat selesai mengajar. Badan kembali panas, kepala kembali 'cenat-cenut' hebat tiada tara. Saya memutuskan untuk langsung pulang, mengingat, masih ada hari terakhir yang harus saya 'tutup' dengan indah. Sampai rumah, demam Saya mulai berlebihan, panas tubuh mencapai 38.8 - 38.9 derajat celcius. Kepala Saya pusing bukan main, hingga tiduran pun tidak bisa membuatnya terasa lebih baik. Ketika tidak sanggup untuk ke dokter, Saya merasa terberkati punya banyak teman-teman dokter. Akhirnya @wahadasara, Ari dan Harry berhasil membantu Saya, menenangkan Saya, dan memberi beberapa suggestion untuk Saya. Walau tidak bisa makan, Saya memaksakan diri Saya untuk makan. Esok harinya, Saya kembali bisa mengajar, demamnya turun, tapi pusingnya menetap. Sara curiga ini Typhus atau infeksi bakteri. Kemudian Ia menyuruh Saya untuk melakukan tes darah. *doakan Saya hasilnya baik ya*

Hih! ini posting tentang apa sih? Saat ini sih masih pusing, tapi ya, pusing itu biasa *tetep ya* Intinya, Saya memang yakin, kekuatan passion memang besar. Buktinya, saat waktunya mengajar, Saya bisa lupa sama pusing Saya, giliran selesai ngajar, langsung pengen nangis sakitnya. Kedua, jangan jahatin badan kalian kaya Saya ya. Badan ini kan titipan Beliau. Bukan berarti kalian harus sering minum obat kalau sakit, tapi ISTIRAHAT. Karena sakit adalah tanda-tanda si tubuh udah mulai protes. Bukan berarti lemah atau riwil, tapi coba kenali tubuh kalian. Jangan terlalu dipaksakan, kalau 'drop' smapai harus masuk Rumah Sakit, lebih repot urusannya. Mahal, buang waktu, mengganggu aktivitas dan jadwal orang lain (yang kepentingannya melibatkan kita).

August 24, 2011

OBM UI 2011

Huaaa, hampir 1 abad tidak meng-update blog ini. Maaf ya, maklum, agak sibuk.. :(

2 bulan ini merupakan bulan yang memberikan saya pelajaran berharga.
Saya tergabung dalam fasilitator yang tugasnya mendampingi mahasiswa yang baru masuk UI dalam masa Pra Kuliah ini. Materi yang diberikan pada masa ini berisi persiapan2 yang akan berguna untuk menunjang kesuksesannya. Dimas menganggapnya sebagai masa pemberian peta dan kompas.
Di titik ini mereka diberikan gambaran medan, serta diberikan kompas. Mereka yang menentukan tujuannya. Mereka juga yang akan menentukan akan menggunakan kompasnya dengan baik atau tidak. Karena kami hanya memberi dan mengajarkan penggunaannya, tapi tak bisa memaksa mereka menggunakan keduanya, peta dan kompas.

Beberapa fasilitator mengajarkan pada saya untuk tidak percaya pada apa yang ditampilkannya saat 'tes' yang kami berikan. Karena ternyata komitmen mereka rendah. Atau bahkan, karena 'terlalu' cerdas, attitude mereka kurang baik. Namun, lebih banyak fasilitator yang membuat kami bangga. Karena ternyata kami memilih orang2 hebat. Belum lagi bila melihat kinerja mereka yang meningkat setelah pelatihan yang kami susun.

Satu yang berkesan. Suatu hari seorang fasilitator tidak bisa hadir, saat dikonfirmasi melalui telepon, Ia sangat menyesal dan sebenarnya sangat ingin hadir. Saat ditanya alasannya, ternyata Ayahnya meninggal malam sebelumnya. Kami terhenyak. Lemas, dan merasa jahat.
Pagi esoknya fasilitator ini hadir. Kami semua sulit berkata-kata. Serba salah. Ia sedang berduka, kemarin Ayahnya berpulang, hari ini Ia bekerja seperti biasa. Saya, ingin nangis rasanya. Dia kemudian malah minta maaf penuh sesal sambil cerita bahwa kemarin sebenarnya sangat ingin datang karena SUDAH JANJI UNTUK DATANG FULL SEMINGGU. Komitmennya membuat perut saya bergejolak. Terharu, bangga, sekaligus malu membandingkan dengan diri saya sendiri. Untungnya, Ibundanya melarangnya untuk datang. Apabila Ia tetap datang saat itu, dan kami tahu keadaannya, entah kami harus malu seperti apa lagi.

Pelajaran lain datang mahasiswa yang baru saja masuk. Dengan semangat dan kebanggan penuh, Ia mengikuti kegiatan pra kuliah ini dengan baik. Suatu kejadian membuat kami mengetahui latar belakangnya. Orang tuanya petani, bahkan dengan lantangnya Ia bilang 'bukan, orang tua saya bukan petani, hanya pesuruhnya.' Kami sudah tidak tega lagi berdebat. Ibunya, tidak tamat SD. Saya sekali lagi terpecut dengan semangat dan keberhasilan Mahasiswa baru ini. Ia mungkin memanggul harapan yang besar. Bukan hanya dari keluarganya, tapi juga harapan seluruh desanya. Berjuang ke Jakarta, menuntut ilmu. Semoga kelak Ia bisa mengangkat kesejahteraan warga desanya.

Semangat, komitmen, cita-cita. Itu adalah hal selain teman baru, pengalaman, tawa dalam lelah yang kami rasakan. OBM tahun ini memberi pelajaran lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dan semoga Saya tidak pernah puas dan mau terus belajar.
Terima kasih rekan-rekan fasilitator yang sudah berjuang bersama Saya. Senang mengenal Anda semua.


August 04, 2011

ketegaran dibalik sebuah kepergian

Ternyata, kehilangan seseorang masih menjadi suatu 'ujian' untuk saya.
Setiap kali mengetahui ada seseorang yang baru kehilangan orang yang disayangnya karena meninggal dunia, hati saya rasanya ikut remuk.
Walaupun, Saya tidak mengenalnya, sama sekali.
Saya merasa sesak, dan sakit.
Seberapapun orang tersebut berusaha tegar, air mata saya akan tetap tumpah.
Karena pada masa itu, pada masa dimana orang yang saya kasihi kembali kepada-Nya, sebesar apapun senyum yang saya pasang, hati saya meraung-raung.
Seberapapun saya berusaha tegar, tubuh saya lemas.
Seperti semua tulang dari tubuh saya diangkat.

Untuk keluarga dan kekasih korban helikopter yang jatuh di Sulawesi, ketegaranmu luar biasa.
Pasti besar cintamu kepadanya, pun cintamu pada Tuhan.



July 19, 2011

Love lesson

*melihat papa mencuci piring*
aku: "nyuci piring boss? " *anak durhaka*
papa: "iya, kasian mama, kalau nyuci piring malem2 tangannya sakit. Jadi besok pagi bangun2 nyuci piring deh. Jadi mending papa yang cuciin.."
aku: :') *anak durhaka kini terharu*

Dad shows his love in simple way, constantly. That's the best lesson and experience I have about growing old together, about loving each other.