cari di sini

October 20, 2012

Progress: 4/6

Hello, readers! Ahahak.. Maaf ya, seperti biasa.. Menghilang dari peredaran.. Currently working on cases. Educational cases, they said. 
Menurut perhitungan kasus yang sedang ditangani, sudah 3 laporan kasus selesai dikerjakan. Sekarang lagi kasus ke-4 dari 6 kasus. AND I'M SUPPEEERRR EXCITED. Berjalan 3 minggu, progressnya cukup cepat, nah besok mau ambil kasus massal yang laporannya banyak dalam waktu yang lebih, sempit. Iya, sempit. Kayak celana vidi aldiano. Anyhei, I'M EXTREMELY EXCITED for this. Sebagai akibatnya, pengerjaan kasus 4 yang lagi gigi 4 jadi turun ke gigi 2. Nyoh.

Anyhei. Sebenernya, ada beberapa tulisan nganggur di folder, tapi isinya kok ya serius amat. Dari mulai tentang Pilkada DKI dan kenapa saya pilih Jokowi, sampai tentang kebiasaan warga UI yang sulit banget menyeberang Di zebracross atau menunggu lampu penyeberangan hijau. Ergh. Mood 'duh-berat-amat-mbak-isi-blognya' sedang tidak mengantarkan tulisan-tulisan itu naik ke blog. Maka, tenanglah mereka di dalam folder. Dan mungkin gak akan pernah terbit. -ya basi aja sih kalo tulisan tentang Pilkada DKI baru naik 3 bulan lagi-

Udah ah. Orang tadinya cuma mau ngabari kalo belum bisa nulis banyak2 soalnya lagi excited sama laporan kasus. Have a good day, good readers! :*

August 26, 2012

kenapa mudik, sih?

Mudik, Kenapa?

Huah! Usia gw lebaran 2012 ini 26 tahun.. Selama yang bisa gw ingat (pan kalo bayi kagak ingat), gw hanya pernah berlebaran 3 kali di Jakarta.. 2 tahun karena nenek sakit dan harus dirawat di Jakarta, yang ketiga karena nenek berpulang dan kami memutuskan untuk berlebaran di Jakarta agar bisa berkumpul semua. Iya, alasan selama ini kami selalu berlebaran di Rangkasbitung, kampung gw, karena nenek tinggal di sana. **then i made a promise that i will write about her, later**

Tahun 2012 ini, rumah kami di Rangkas baru selesai di renovasi (80%). Sudah bisa ditinggali, hanya belum di cat. Kami sekelarga besar begitu bersemangat untuk kembali lebaran di Rangkas. Ya, ingin berlebaran bersama-sama di rumah kami. Kenapa?

Saat pulang kampung, lupakan tidur yang nyaman. Bisa dibilang, kamar tidak akan laku. Makanya renovasi desain rumah juga dilakukan, 2/3 ruang depan berupa hall tanpa sekat, jadi gak perlu rebutan untuk tidur di luar. **aku tetep aja kebagian tidur di kamar karena ternyata kasur dan tikarnya kurang**
Iya, tidur di kampung, tidak senyaman tidur di rumah, tapi tetap saja kami selalu memaksakan ingin mudik. Trus kenapa?

Makan? Ahahaha, bisa juga sih, walau sering ada keluhan "bosen makan ketupaaaat" dan diakhiri dengan lomba masak mie instan, lomba makan baso di warung, atau nyate kambing sendiri bahkan makan nasi liwet yang di masak di tungku. OHMYGOD. Tapi kalau buat kami, ya makan aja yang ada, kalau mau makan yang lain: usaha! ahahaha. Trus, kenapa deh selalu pengen mudik?

Karena ada nangis2 bareng pas sungkeman atau curhat session. Karena ada ketawa2-siapapun itu yang diketawain. Karena ada unlimited saweran yang banyak cederanya. Iya, saweran receh yang nanti recehnya bakal dituker sama bocah2 ke penyawer yang menyebabkan penyawer gak keabisan uang receh. Trus, yang ikut saweran gak cuma bocah2, yang tua2 ikutan rebutan, for the sake dorong2, nindih2 dan nyusahin sodaranya. Atau, ikutan saweran biar bisa nyawer. Ahahahak. Keluarga ini gila. Tapi, aku suka. Terima kasih ya semua. I love you, all. ALL.

August 14, 2012

leyeh-leyeh di tengah ina-inu

Huha! Bersyukur memang hal yang harus selalu diingat dan dilakukan. Karena dengan bersyukur, gw jadi malas mengeluh dan punya tenaga untuk bekerja lagi.
Di tengah kejar-kejaran kerjaan dan TENTU SAJA ina-inu menuju cita-cita, gw masih sempat:


  • Bukber Sana-Sini macam artis
  • Nonton pelm-pelm terbaru di layar bioskop
  • Jalan-jalan sama D
  • daaaaan Melahap The Mentalist Season 4 sampai selesai!
**mana tepuk tangannyaaaaaa?**


Ya, pasti ada harga yang harus dibayar untuk leyeh-leyeh di tengah kasus 2 yang cuma 3 minggu ini, antara lain: kurangnya waktu tidur. Etapi, berhubung waktu tidur gw juga emang udah kurang dari dulu, jadi itungannya, gw punya kerjaan saat ngga bisa tidur deh.. Ahahahahak..

Udah ya, tulisan ini dibuat biar gw gak ngeluh. IYEH, mau ngumpulin laporan, selesai ngeprint, eh ibu suri akuh sudah pulang. Yang patut disyukuri? Malam ini bisa nonton LORAX dan besok pagi ngga usah buru-buru ngeprint. Yippie yeay!


 

June 19, 2012

#PRODIK11: Kecebong-kecebong muda sang pengelana..

Pada suatu siang, di sebuah kelas. tersebutlah Ndrnt, Db, dan Shnt sedang duduk ngobrol ceritanya ngerjain tugas di sebuah kelas. Tidak berapa lama, bergabunglah Rr -kenapa ini terlihat tidak menyamarkan ya?-. Saat mereka ceritanya memutar otak, memeras keringat dan berdarah-darah mengetik, tercetuslah ide dari Shnti..

Sh: Madagascar 3 yuk!
Rr, Ndr, Db: Yuk.. filmnya apa aja?
 
*shnt kemudian ngecek jadwal*

Akhirnya keempat kecebong muda pun kembali pura-pura mengerjakan tugas. Tidak berapa lama, Shnt meninggalkan 3 kecebong muda lain untuk mengetik dan mengeprint tugasnya. 3 kecebong muda lain pun memutuskan makan siang. Saat makan siang, mereka bertemu dengan Sr yang rencananya akan bimbingan di Rotunda. HAH?

Sr: ke PIM yuk..Rr, Ndr, Db *berdebat seru*, akhirnya : Yuk!

Sr pun meninggalkan 3 kecebong muda yang sedang makan untuk bimbingan di Rotunda. *Seriously, this sounds wrong. Rotunda tuh outdoor man, ngapain bimbingan di sana?* Setelah selesai makan, 3 kecebong muda berenang menuju ke kelas. Ketika akan masuk ke lift, ternyata mereka bertemu kecebong lain, Shnt. Sambil masuk Rr berkata...

Rr: Eh, kita mau ke PIM..
Shnt *sambil menahan pintu lift*: Serius lu? Ikut!! *lari ngeprint*
Tiga kecebong muda pun gegulingan sambil berenang di dalam lift.

Akhirnya, 5 kecebong muda sampai ke PIM. Menemani Sr mencari sepatu yang ternyata tidak ada. Kecebong kok pakai sepatu, ya ngga jodoh. Dan seperti acara #PRODIK11 lainnya, hari itu pun tidak lupa diisi dengan kegiatan makan, memenuhi kebutuhan pangan kami.
Ckck.. dasar kecebong muda yang murah!

ps: Ndr, Db, kok kayaknya kalo diliat di blog ini, kita yang murah ya.. diajak siapa aja mau.. Pfftt..


June 13, 2012

#PRODIK11 berlari ke semester 3

Seperti biasa, hampir sebulan saya menghilang.. AHAHAHAHA. *tabok*


Jadi mahasiswa S2 (Profesi) di Psikologi UI memang luas biasa. Ngga sempet cape dan mengeluh, kita akan terus berjalan dan kadang *dipaksa* berlari. Buktinya? Minggu lalu saya masih semester 2, minggu ini udah semester 3. Hari ini, baru selesai intake. SPEKTAKULER. Muahaha. Yep. Liburan memang sesuatu yang diimpikan, didambakan, diinginkan. Tapi, ya, ketika hari terus berjalan, kami juga ikut terus berjalan.


YANG PASTI, sekali lagi Saya harus bersyukur karena saya punya #PRODIK11 yang super-super-super hebat. Kalau sparring-thinker-partner-eater-laughter-whatsoever nya bukan mereka. mungkin, saya sudah gila. Minimal: thypus.


Sebenarnya, karena PADATnya perjalanan mengejar Master ini, cerita yang banyak kepala seputar perPRODIKan sih. Dan, seputar bersyukurnya saya punya mereka. Seputar makanana yang entah gimana selalu ada setiap kelas ngga ada dosennya. Seputar-kita-harusnya-gak-di-kelas-bawah-soalnya-kita-berisik-banget. Seputar lirikan mata, tatapan mata, colek-colek penuh arti, atau helaan nafas yang diikuti kepala tertunduk dalam.


YEY! Hari pertama ini datang juga ya, dan, KITA BISA! ahahak. *mulai kehilangan arah nih* *kepikiran berkas2 yang mestinya dikerjain* *ya udah ya Cyin, kerja yuks*
HAVE FUN, #PRODIK11!!

May 15, 2012

My new baby, Janome

Tiba-tiba belakangan ini saya sedang gila menjahit. No, saya tidak pernah belajar atau les menjahit. Tapi, ya, kira-kira aja sih menjahitnya.
Gambar baju yang diinginkan, bayangkan kira-kira polanya seperti apa.. Buat pola di atas koran, tempel pola koran dengan jarum ke bahan, lalu potong bahan dengan menyisakan untuk jahitan. JAHIT deh.

Nanti ya, saya kasih lihat hasil menjahit saya. Pokoknya, saya pernah menyelesaikan 1 baju dalam waktu 3 jam. AHAHAHAHA. saya memang impulsif, SEJATI.

Tapi, kali ini, saya akan perkenalkan my baby boo ya.. Please meet him, Janome..


Nah, sebenernya ini kado ulang tahun untuk nenekku dari papa dan mama.. Umurnya, mungkin sudah 15 tahunan.. Body-nya sudah rusak dan reyot, lalu sama papa dibelikan body baru.. Jadilah dia 'cling'lagi.. Rasa-rasanya sudah lama saya ingin menjahit, padahal saya tidak pernah belajar menjahit. Tapi ya, baru bulan April-Mei ini saya beneran menjahit (baca: mengukur, membuat pola, memotong dan menjahitnya).


Aaaw, jatuh cinta sama mesin ini. Walaupun belum benar-benar mengenal fungsi tombol yang banyak banget itu, tapi intinya dia bisa menjahit biasa dengan sulaman padat sampai renggang, menjahit zig-zag padat sampai renggang-kecil sampai besar, mengobras dan bahkan menjahit dengan pola. HUOOOO... keren banget ya.. Nah, ini pola2 yang gw punya.. belum sempet dipakai.. hehehe..

Nah, sabar-sabar ya kalo saya jarang nge blog, lagi hobby jahit soalnya.. :p


April 30, 2012

jadi ceritanya, kami, saya sedang (sudah) sangat lelah. Saya (sudah) berusaha keras untuk menerima segala perubahan dan usaha Anda (ya, saya yakin Anda berusaha). Tapi, sungguh, apa yang membuat Anda merasa begitu harus untuk tampil, mempertahankan diri? Apa yang Anda ingin tunjukkan? Apa yang ingin Anda buktikan? Kepada siapa? Kenapa?
Tolong maafkan saya, energi saya terbatas. Dan saya sedang (sudah) sangat lelah untuk berusaha menerimanya. Sekian dan buat saya mengerti.

 

April 12, 2012

Cerita "Istri Simpanan": lantas, bagaimana?

Teng-tereng.. jadi tiba-tiba seharian ini saya melihat ada pembahasan seru di Twitter. Intinya tentang cerita yang ada di buku pelajaran anak kelas 1 dan 2 SD. Ada yang tentang istri simpanan dan cerita yang cenderung seram mengandung kekerasan.

Tapi kemudian, fokus saya pindah ke beberapa tweet yang nampaknya memang gerah dengan materi-materi ini. Yang disayangkan, ada akun-akun yang begitu cepat membuat satu judgement dari media twitter yang 140 karakter berdasarkan satu buah twit.. This is, somehow, menyeramkan. Ya, menyeramkan betapa kita memang punya bawaan untuk gampang menilai, menjudge sesuatu tanpa mencari tahu atau mempelajarinya terlebih dahulu. Maka dari itu, sekali lagi, mari kita pintar-pintar dan bijak dalam menggunakan sosial media dan mengelola informasi yang sekarang ini berputar dengan sangat cepat. Karena kalau kita tidak bijak, kita bisa cepat membuat penilaian. Penilaian yang buruk, kadang membuat kita benci dan buta hingga tidak mau mengenal. Akibatnya, pemahaman kita malah semakin sempit dan sulit untuk menerima wawasan baru.

Mbak Nina, dalam hal ini mencoba untuk mencari hikmah dengan apa yang sudah terjadi. Bagaimana menanggulangi 'kelalaian pemerintah' yang fatal ini. Kita bisa mengajak anak berdiskusi, tentang isi cerita tersebut. Apakah cerita itu baik atau buruk (Anda tau jawabannya) atau apakah kita boleh melakukannya atau tidak (Anda juga tahu jawabannya). Saya sangat paham kenapa Mbak Nina fokusnya ke arah sini. Karena ini adalah sesuatu yang berada di jangkauan kita, yang bisa kita segera lakukan. Sebagai anggota keluarga atau Ibu dari anak-anak ini. Tentu saja cerita ini perlu penanganan dari pemerintah, tapi, seberapa jauh kita bisa menjangkau hal itu? Butuh berapa lama? Lalu, kalau sudah terpapar bagaimana? Sebagai seorang Ibu dan juga Psikolog, Mbak Nina tentu mencari solusi yang paling mungkin dilakukan sesegera mungkin. Sambil menerapkan itu di rumah, mungkin kita bisa saling bahu membahu mengatasi ini. Termasuk mungkin meminta sekolah untuk memilih dengan cerdas buku apa yang akan dipakai di sekolah.

Hihi, tiba-tiba saya merasa ingin menulis ini, untuk sekedar mengingatkan (diri saya sendiri). Semua harus dimulai dari rumah, termasuk pendidikan. Diskusi dengan orang tua merupakan satu hal yang bisa menjadi sarana belajar anak. Yang lebih penting, sarana BERKOMUNIKASI dengan anak. Sekolah memang institusi pendidikan formal, namun, bukan berarti kita bisa lepas tangan untuk masalah (konten) pendidikan. Semoga tulisan ini tidak menyinggung siapapun. Jika ada, saya mohon maaf.


Roro Puteri,
Doakan lancar perjalanannya menjadi psikolog pendidikan tahun depan. :)


 

April 05, 2012

Postingan Pamer: The Dominance!

Jadi, beberapa minggu ini, kami sang calon psikolog mempelajari alat tes. Salah satu yang kami lakukan adalah menggunakan alat tes tersebut (biar bisa empati dan merasakan gitu..). Tapi, ada hal yang menyadarkan gw ketika menjalani tes-tes ini. Sebut saja, ketika kami menjalankan tesnya, nothing to lose, gw pun jadi merasa 'ini gw nih kayaknya...'. 

Lalu, apa? Ternyata, berdasarkan hasil tes itu, ada beberapa hal yang beda banget dengan hasil tes yang sama yang gw lakuin sekitar 2 tahun lalu. No, gw gak akan membahas tentang alat tesnya. So, ngga perlu ditanya juga tentang alat tesnya. Yang mau gw bahas adalah gw. *Auto Cie* Diri gw. *Double Cie* Apa yang berubah pada diri gw *Cie Cie Cie*. 

Nah, sampai dengan 2 tahun lalu, Dominance gw TERGOLONG TINGGI. Tapi ternyata, eng-ing-eng.. sekarang sudah tidak lagi. AMAZINGLY, Dibawah rata-rata. PRIKITIW. Alat tesnya salah? Gwnya labil? Apa gimana? Hmm, gw mencoba introspeksi, jawabannya adalah: GW GAK BERUBAH. Tapi gw berusaha menekan itu semua, karena apa? Karena orang yang berada di sekeliling gw adalah orang yang sama-sama sedang belajar (memimpin) dengan gw. Maka, gw juga harus memberikan kesempatan untuk mereka untuk belajar (memimpin), mengambil kesempatan untuk (belajar) (memimpin). MUNGKIN juga, hasrat gw mendominasi sudah terpuaskan selama ini. *lirik teman-teman seperG4ULan* 

Sikit-sikit, rasa senang berdesir dalam hati gw. Ternyata, tanpa gw sadari, GW MAU JUGA NGALAH. Ahahahaha. Tapi gw sadar, gw orangnya (masih) gak sabaran. Kadang, kalo kelamaan nunggu orang lain mengambil kesempatan (memimpin), trus gemes, trus akhirnya gw ambil aja deh kesempatannya, abis lama. :p -Tetep-

 Ayo-ayo.. upgrade diri lagi.. Jangan gara-gara tulisan ini malah pongah dan berpuas diri..

March 29, 2012

just a song.. a right song..

Oh, Lily Allen, You speak my mind up!
**Fuck You lyrics**
Look inside,Look inside your tiny mindNow look a bit harderCause we're so uninspired,so sick and tired of all thehatred you harbor
So you sayIt's not okay to be gayWell I think you're just evilYou're just some racist whocan't tie my lacesYour point of view is medieval
Fuck you (fuck you)Fuck you very, very muchCause we hate what you doAnd we hate your whole crewSo please don't stay in touch
Fuck you (fuck you)Fuck you very, very muchCause your words don't translateAnd it's getting quite lateSo please don't stay in touch
Do you get,Do you get a little kick out ofbeing small minded?You want to be like your fatherIt's approval your afterWell that's not how you find it
Do you,Do you really enjoy living alife that's so hateful?Cause there's a hole whereyour soul should beYour losing control of it andit's really distasteful
Fuck you (fuck you)Fuck you very, very muchCause we hate what you doAnd we hate your whole crewSo please don't stay in touch
Fuck you (fuck you)Fuck you very, very much
 Cause your words don't  translate 
 and it's getting quite lateSo please don't stay in touch
Fuck you, fuck you, fuck youFuck you, fuck you, fuck youFuck you
You say,You think we need to go to warWell, you're already in oneCause it's people like youThat need to get slewNo one wants your opinion
Fuck you (fuck you)Fuck you very, very muchCause we hate what you doAnd we hate your whole crewSo please don't stay in touch
Fuck you (fuck you)Fuck you very, very muchCause your words don'ttranslate and it's gettingquite lateSo please don't stay in touch