cari di sini

December 28, 2011

2011, Power Rangers, PRODIGY, MyCircle

2011 hampir habis. Dan, Allah menuntun gw untuk menutup tahun ini dengan HUWOOOOWnya.
Yes, HUWOOOOW.
Kurang lebih 4 bulan terakhir gw dipertemukan dengan so-called-new-partners. Teman-teman dari magister profesi, lebih khususnya, Allah memberkati gw dengan Power Rangers.
Uh oh, beberapa minggu di Desember dilalui tanpa weekend menjemput rezeki. Dan menutupnya dengan ujian-ujian serta tugas-tugas di Semester satu (lagi) ini.

HUWOOOOW ini, gw resapi sebagai cara Allah untuk mengingatkan gw untuk bersyukur.
Otak gw yang udah 2 tahun dipakai kerja ini, ternyata cukup berkarat ketika harus kembali mengingat-ingat teori dan membaca buku lagi.  Tugas-tugas kuliah itu, seperti badai yang perlu banget gw lalui. Since, kalo gak ada tugas, highly-likely gw gak baca bener-bener tuh bahan. Tapi gw sangat-sangat bersyukur, as i've said so many times before, gw mendapatkan kelompok yang sangat SUPERB. Dan, berada di lingkungan yang sangat supportive: orang tua, kakak, teman-teman terkodok, dan tentu saja my partner in crime, D.
Eh ini foto POWER RANGERS abis kompre tertulis KAUP. HORE banget ya..

Selanjutnya, the things so-called-work. Mendapat kesempatan belajar bersama Dynamite Training, dan MENGAMBIL RISIKO dengan memilih fasilitator-fasilitator yang sebelumnya belum pernah menjadi fasilitator kelas bersama kami, padahal modul yang dibuat Otto dan Shasha 'agak berat', there I said: agak. Alhamdulillah, teman-teman dari beberapa almamater yang menjadi "PRODIGY TEAM" ini ternyata memberi kami banyak pelajaran. Semangat dan antusiasme mereka juga membuat kami, Dynasix, menjadi ikut bersemangat, bangga, dan terharu *eh, apa ini gw doang ya?? ahahaha*. Bahkan ketika project berakhir, gw malah kangen sama mereka.. -_-"

NEXT JOB. Annisa Krisanti ini tampaknya seperti seorang pembuka pintu rejeki buat gw. DULU, ketika gw skripsi, dia membukakan jalan buat gw ke satu kesempatan bekerja -yang-akhirnya-agak-menghambat-skripsi-gw. *alasan* *layblamer*. Eh, awal bulan Desember ini, dia membuka kesempatan lagi untuk gw bekerja dengan sebuah konsultan, kembali, di tengah tugas, dynamite, dan deadlines lainnya. But still, pekerjaan kali ini juga membawa hikmah buat gw. Gw akan tulis di posting terpisah ya. *kayak beli bakso ya? kuahnya dipisah*


Terakhir, Brand-New-Old-Circle. Jadi, as I've said before, Nunu itu agak-agak berlebihan ngefansnya sama gw. Masa dia cari pacar, namanya sama sama nama pacar gw. Trus, pacarnya ikut-ikutan ngekost di tempat pacar gw, sampai-sampai mesti banget sebelahan kamarnya. Nah, lately, gw banyaaaaaaaaaaak banget menghabiskan uang waktu bersama mereka. Nonton setiap malam padahal besok paginya ujian atau deadlines tugas akhir; menculik ical ke TIM, pulangnya naik kereta malem-malem; diculik Andy setelah compre KAUP tertulis, randomly nonton dan makan-makan-makan *ini berarti 3 kali makan dalam jangka waktu 5 jam* *mahal*. Luckily, we had Ical, Moko and Andy with 4 of us, kangen-kangenan deh *pake emot unyuk*. Teman itu penting banget dalam kehidupan berbangsa bertanah air. And having them in those crazy deadlines, exam, and jobs is a piece of heaven on earth for me.

See, gw menutup 2011 ini dengan HUWOOOOW banget ya. I'm so grateful, I'm so blessed.
Alhamdulillah :)




December 21, 2011

Go, Go, POWER RANGERS!

*POKE*
Hallo rekan pembaca, kembali lagi bersama saya.. *ppfftt* Garing beut ya kalo udah lama gak nulis. Ya, anyway, akhirnya I have my weekend *kesimpulan terlalu dini*, setelah Desember ini saya sepertinya belum 'mengambil' jatah 'cuti' di akhir minggu. But, no regret at all. Alhamdulillah Allah menawarkan banyak rezeki pada saya di akhir tahun ini. Beberapa rezeki berupa pekerjaan-pekerjaan yang memberi pengalaman baru, beberapa lagi kesibukan bersama Dynamite Training *BOOM* di PRODIGY Sanur, dan **beberapa** lagi rezeki ilmu pengetahuan melalui tugas-tugas dan ujian dalam perjalanan akademis saya.

*sejujurnya tiba-tiba inget UAS filsafat dan lupa tadi mau nulis apa*
Ya udah, nulis tentang POWER RANGERS tersayang aja ya..

Akhirnya, hasil perjuangan kami telah disubmit dan siap menghadapi ujian tanggal 27 nanti. Gotta to tell you, entahlah gimana lagi caranya bersyukur bertemu dengan orang-orang ini sebagai rekan berjuang saya dalam mata kuliah yang namanya KAUP. No, saya gak akan bilang kami orang-orang sempurna atau yang berkumpul menjadi sempurna, but it fits me aja. I mean, ya saya kan orangnya SELOW, jadi kelompok saya ini 'pace' kerjanya sesuai lah sama saya, ngga buru-buru, tapi sesuai jadwal dan PAS.



*Rangers melapor ke markas*


Rekan-rekan ini juga mirip dengan Jakarta, TEGUH BERIMAN. Konstruk 'abstrak', HAJAR. Dibilang respondennya bakal susah, HAJAR. Definisi dari Mbak Deard*rff labil, HAJAR. Bahkan, di beberapa mata kuliah lain yang konon pemilihan tema tugas akhirnya dibilang "BAGUS" dan lantas diikuti dengan kata 'TAPI SUSAH YA" oleh dosennya pun, kami tetap memutuskan untuk HAJAR. **cari pegangan** 
Perjalanan masih panjang dalam perjalanan akademis ini, kembali bersama atau ngga dalam satu kelompok lagi, bekerja bersama kalian benar-benar suatu kemewahan yang Tuhan berikan pada saya. Terima kasih Rangers! *brb, Gordonnya dipanggil sama UASnya Mbak Liche*

December 07, 2011

Arisan 2!

Eh, eh, eh! siapa yang belum nonton Arisan 2?!
Awas! Jangan baca, nanti gw dibilang spoiler lagi..
Eh, tapi baca aja deh.. kesian blog gw gak ada yang baca.. *nangis sesenggukan sambil disko* 

Okay, jadi, pada suatu malam, gw dan si pacar beserta nunu dan pacarnya, yang nama pacarnya sama sama nama pacar saya, trus ngekost di sebelah kamar pacar saya itu, randomly memutuskan untuk nonton Arisan 2! Well, actually, gw tidak terlalu suka dengan Arisan sebelumnya sih. Menurut gw, hmm, ngga ada ceritanya aja.. *sok kritik* Tapi, karena ada Rio Dewanto, ya gw semangat aja nontonnya. ahahahak.

Ternyata oh ternyata, Arisan 2 ini menurut gw lumayan kece. How should I say it ya? Hmm, lebih 'manusia' lah. Kisah tentang Cut Mini menjadi kunci di sequel ini, dan, berhasil sih, IMHO. Nah! buat jij-jij semua yang suka sama Rio Dewanto, TONTONLAH film ini! Booook, makin cinta gw ama dia. Yap, dia jadi cowo gay, and he was doing it pretty well. LO HARUS LIAT CARA JALANNYA! hmmppffttt.




Selain jalan cerita, scene-scene di Gili itu NGGA SANTAI BANGET INDAHNYA! Ahk! Ingin rasanya pacaran sama Chris Evan, biar bisa sering-sering ke Gili. Ahahaha, kenapa Chris Evan? Karena ini Blog gw, apa lo?! Hah!! #eh. Okay, balik lagi ya pemirsa, setiap kali scene di Gili, gw langsung pingin pacaran *eh, kok ini balik lagi*. 



Okay, jalan cerita, Rio Dewanto, Gili. Hmm, ada satu lagi yang 'menang' dari film ini, Adinia Wirasti. Rasti berperan jadi orang Lombok yang jadi bartender di sebuah Reggae Bar. Yes, She stole every scene she is in. Kulit eksotis, cantik dan logat yang poll banget. Aktingnya maksimal banget! Hhhh, pokoknya kece banget dah Rasti di film ini.



Hmm, pasti gw sudah menulis dengan tingkat lebayness 7 out of 5 *see? lebay kan* Ya sudah, akhirul kalam, tontonlah Arisan 2!

*gambar dicomot tanpa ijin atas bantuan google*

November 27, 2011

My Honest Man

Me: I hate this dress, It makes me looked fat.
Him: You're not fat, at all.
Me: I know.
Him:
"Cuma tangan kamu itu gede banget, 
kaya tangan cowo. Berotot."


I do love you, even when you're 'too' honest. Smooches! :*
 

November 15, 2011

Tema SUKSESI: TOPENG (?)

Jadi ya, sore ini pembukaan Suksesi di Psikologi UI. Jargonnya sih "Cerdas", tapi entah kenapa mereka mengangkat tema TOPENG. Ya, gw sih gak tau persis latar belakang dan tujuannya, tapi tadi di sambutannya, sang PO sempet bilang, "jadi misalnya kandidat maju dan memilih Topeng warna Merah, kita semua tau kalo Merah itu berani.." Man, itu topeng sih. Gw gak mau memilih seseorang yang jelas-jelas menggunakan topeng. Yee, siapa elo juga sih, R, emang masih punya hak milih?


Anyway, cuma sedih aja sih dengan pemilihan temanya.
Tapi, untungah salah satu dari dua kandidat ketua BEM agak pintar. Jadi, instead of memilih salah satu warna sebagai warna topengnya, Ia memilih topeng yang gambarnya muka dia sendiri. Well, at least dia masih pinter lah ya.. 


Semoga ini cuma kesalahan memilihi tema karena ngga kritis dan tidak ada yang mengkritisi ya. Gw yakin banyak yang cinta sama Fakultas Psikologi UI dan mau berpikir sedikiiiit aja lebih keras untuk kemajuan Fakultas tercinta ini.


-Staff PSDM Senat Mahasiswa F. Psikologi 'I Will Fly'
-Bendahara BEM F. Psikologi 'INOVA'

November 11, 2011

Menjadi Atlet

Hmm, melihat atlet-atlet legendaris berlari membawa bendera SEA Games gw terharu. Seriously, gw memang terlihat galak dan jutek di luar, tapi deep inside, hati gw sensitif dan rapuh. Eh.
Ahyhei, ke-terharu-an gw seketika berubah menjadi nyesek-nyesek sedih. Pernah baca tentang mantan-mantan atlet yang hidupnya menyedihkan? -semoga kata-kata itu tidak merendahkan-
Here's some news I've read:


Dan ternyata, temen gw ngetweet hal yang sama. 







DULU,  dunia olahraga kita memang sangat berprestasi, mungkin karena atlet-atletnya benar-benar fokus untuk mengejar prestasi. Tapi, salah satu tweet dari @LaChinois menyadarkan bahwa setelah mereka 'selesai' menjadi atlet, mereka jadi susah dapet kerja karena ketika mereka menjadi atlet pendidikan mereka terbengkalai. 


Atlet-atlet juga manusia biasa, mereka pasti ingin punya masa depan yang 'aman', bukan hanya untuk mereka, terutama untuk yang pria, tentu untuk keluarga mereka. Jadi, kalau sekarang atlet-atlet juga sibuk dengan bisnis, atau mendahulukan sekolah mereka, patutkah kita cap mereka egois dan tidak patriotis? Sementara, negara belum terlihat peduli atau benar-benar menjamin hari tua atlet-atlet ini. Jadi, atlet-atlet sekarang memang harus pintar, toh. Bukan pintar dalam olahraga yang digelutinya, tapi pintar memanage tabungan mereka, memanage waktu, dan menata masa depan mereka *yakali, itu mah semua orang deh*.

Sebenarnya, semua bisa terbantu kalau sekolah-sekaloah atlet itu mau disiplin. Misalnya, hanya atlet-atlet dengan nilai minimal 7 yang boleh bertanding. Tapi ya, itu pasti menjadi sentimen negatif untuk mereka yang melihat ini sebagai 'penghalang' buat atlet-atlet yang secara akademis memang 'kurang memadai'. Hmm, kalo gw sih sebenarnya melihat itu sebagai tantangan. Makanya akhirnya tulisan ini fontnya kecil banget dan warnanya abu-abu. nanti gw dinilai diskriminatif, padahal niat gw kan mau memacu mereka. *disetrum*

Tapi, ya begitulah. Semoga keterharuan gw setiap kali melihat seseorang yang berjuang mengejar prestasi membawa nama Indonesia, ngga akan berubah menjadi kesedihan dan nyeri karena akhirnya mereka harus berjuang bahkan untuk sekedar makan dan tidur dengan nyaman di hari tua mereka.

Semoga atlet-atlet yang berjuang dalam SEA Games 2011 ini. Selamat berjuang, patriot-patriot bangsa. :) 

November 10, 2011

Ahey, Softlens gratis, ALHAMDULILLAH..

Yeay! jadi nih ya.. hari ini tepat seminggu saya menggunakan @softlensoksigen. Awalnya saat sedang berbakti mengerjakan tugas Filsafat Ilmu bersama Power Rangers, @sicune tiba-tiba datang dan memberi info kalau dia mau ambil trial softlens gratis. Seperti tiba-tiba bunga-bunga bertaburan di sekitar saya, saya kemudian memprobing tentang keGRATISan trialnya.
Saya dulu menggunakan softlense dengan merk Durasoft, sangat nyaman. Tapi sayangnya dia sudah tidak ada lagi di sini, dan saya pernah mencoba beberapa merk softlense yang akhirnya membuat saya menyesal karena 'berasa tajir' banget beli softlense mahal hanya untuk sekali pakai. Nah, karena ini FREE TRIAL, maka saya memutuskan untuk mencobanya.
Akhirnya Saya mendaftar di facebook untuk free trialnya. Daaan akhirnya tanggal 3 lalu baru sempat mengambilnya di Optik Seis MargoCity. :D Ternyata harus langsung dipakai di tempat, padahal saya cuma mau belanja ke giant. tapi ya udah lah, saya pakai saja. Pas pertama kali pakai rasanya dingin dan sejuk, lumayan nyaman lah. Saya menunda untuk menulis blog ini, karena menunggu pengalaman seminggu dengan si softlense ini. Takutnya awal-awalnya nyaman, ngga taunya sama aja sama yang lain.
Ternyata setelah seminggu menggunakan softlense ini, saya seringkali lupa kalau saya pakai softlense. Ya, selama ini, pasti ada masa-masa mata sepet, mata kering, ngantuk, yang akhirnya jadi kesel. Dan semua itu disebabkan oleh si softlense yang menyebabkan mata tidak nyaman. Nah ini, saya sering lupa kalau lagi pake softlense. Paling sesekali aja merasa agak kering, itu kalau abis naik motor atau memang matanya lagi cape karena bergadang walau tiada gunanya.
Yeay, untung dapat potongan 20%, jadi nanti kalo masa softlens ini sudah abis bisa beli yang buat tiga bulan dengan potongan harga. AHAHAHAHAHA... *semoga invoice-invoice saya segera bertransformasi menjadi kuitansi*

November 04, 2011

Setengah Semester menjadi anak S2

Hello world,
jadi ya.. Minggu UTS sudah saya lalui-setelah sebelumnya berkenala di Surabaya-  Sebenarnya saya mau menulis apa yang terjadi di ujian terakhir UTS kemarin, tapi ternyata sudah ditulis oleh sicune di sini. Ya, since we were in the same class, i won't write about it again.
I was annoyed, as well. Kalo Cune bilang "esdua apa esema", saat itu Saya cuma bisa ngomong dalam hati,
"Duile, masih jaman Cyyyiinn.."
Yah, Saya emang punya potensi dimusuhin sih kalo masalah disiplin, dan konservatif, karena Saya mungkin berada di ekstrem kanan. Man, rules are made to keep the things work well. *sigh, yes, Saya emang kuno*

Well, actually, ada hal yang 'beda' yang Saya rasakan selama setengah semester ini menjadi mahasiswa S2. Mengapa ujian dan/atau presentasi masih menjadi hal yang 'ditakuti' sih? Kalau kita mendewakan nilai, maka perilaku kita towards beberapa ujian juga akan 'berbeda' ya? Yah, Say that I am cursed, tapi Saya tidak begitu mementingkan nilai. Jeleknya? Saya akan menghadapi ujian sebagai bahan introspeksi, which is too late. Kalo Saya merasa ngga paham, ya Saya belajar lebih keras lagi, tapi ya, tetap semampunya. Kenapa belajar lagi? Since, kita gak bisa munafik juga kalau IP masih menjadi pertimbangan di luar sana. Tapi, Saya tidak begitu suka saat seseorang mendewakan IP dan akhirnya menghalalkan segala cara-khususnya saat ujian- agar nilainya baik.
Man, be honest, WITH YOURSELF! 
I don't know, but, will you still be that proud if you get a good grade but it's not really yours?

Hmm, tiap orang memang memiliki nilai yang beda-beda sih, who am I to be this preachy, huh?!
Anyhei, Saya bersyukur punya Power Rangers. Entah perasaan Saya saja, atau memang team ini memang punya keinginan 'menggali' dan 'mempelajari' dalam mengerjakan tugas, dan bukan semata 'mencari nilai'.  Saya merasa kami tidak cepat puas, tapi yang paling menyenangkan, saat kami semua merasa mentok, we'll throw to the floor. Mengharap feedback dan bantuan dari presentasi. Presentasi masih menjadi momok, tampaknya. Bahkan saat Saya menjadi mahasiswa S2. Presentasi memiliki banyak tujuan, dan kalau kita memandang presentasi ini sebagai bahan untuk menggali feedback sebelum ujian sebenarnya, seharusnya kita tidak perlu takut, lho. Makanya kami banci banget kalo waktunya presentasi. Daripada nanti 'dibantai' di presentasi sebenarnya. Lalalala.

Ih, apa sih nih, ngga jelas beut.  Intinya, menjadi mahasiswa S2, Saya ingin memperdalam ilmu dan mencoba mengaplikasikan apa yang Saya pelajari, bukan sekedar memanjangkan nama yang tidak mungkin ditulis di kartu identitas juga.

*ini tulisan jelek banget ya, konten gak jelas, kaitan satu sama lainnya juga......*

November 02, 2011

Thank You, October

So, here it is, November.
October was so great. A lot of good things happened. Family day, D's big day, all those good things.
October was so nice. I closed the month with a great trip with D. A-not-mine-Wedding trip. Spent 4 days at Surabaya. -although i Got sick at the first day because of the extremely high land temperature- The greatest thing of the trip was 'being the member if the family'.
Yep, thank you for the invitation, for the warm greeting. Thank you for being sooooo kind.
Thank you, October..

Alhamdulillah :)

October 26, 2011

Have a fab race on heaven, Sic

I've pushed my self that hard not to feel this. But I've failed.

Percaya atau ngga, gw berusaha that hard lho untuk gak sedih atas meninggalnya Simoncelli. Tapi gagal. Gw merasa having overrated feeling when Jobs passed away, sama seperti sekarang. Since, people would say 'siapa lo? kenal? Akrab?'

Gw suka moto gp dari kecil. Dulu kelas-kelas balapannya masih dinamai berdasarkan CC kendaraannya- 125 cc, 250 cc, dan 500 cc. Gw sedih banget ngeliat Doohan kariernya berakhir karena kecelakaan parah yang membuat kakinya cedera parah. Kemudian terharu melihat juara dunia ini 'mementori' Rossi. Datang dan memberi semangat sebelum race. Hdirdan memberi selamat setelah race.
Yang gw inget gw following (baca: mengamati) Rossi's carrier from 1996 untill 1999 with Aprilia, sampai akhirnya dia naik ke kelas 500 cc (moto gp) bersama honda, yamaha dan ducati. Gw mengikuti bagaimana ia selalu mencipta trend. Bagaimana ia akan jongkok dengan baju balap di samping motornya, memegang footstep, lalu 'menjalin komunikasi' dengan khusyuknya bersama motornya sebelum warm-up lap.
I do grow up with this Moto-GP thingy. *Oh, i never like Biaggi or Barros. And I love Pedrosa, this lil cute dwarf..*
I watched the race on TV, i saw the red flag. I was afraid to see the re-run kw whatsoever that show the chronological scenes of the accidents. Bodohnya, *curiousity kills the cat* gw malah mencari tahu kenapa helmnya bisa lepas. Dan mempelajari kemungkinan-kemungkinannya.
*curiousity kills the cat* gw malah mendapatkan gambar-gambar Rossi yang menangis, shocked, terhenyak setelah kecelakaan itu. Man, i could feel that my heart is broken. Tell me that I'm exxagerated, indeed. *read the news*


Wondering how it feels like, teman satu negara, sering disebut sebagai titisannya, partner berlatih motor cross.. They're so close.. Then Rossi saw the accident, or i should say involved, things that I don't want to say actually.
No. Gw tidak menyalahkan Rossi nor Edwards. It was an accident. Tapi, kenapa gw sesedih ini ya? Apa karena he's that young and talented. Yes, he was reckless and hazardous rider. But, he gave the dynamic and color in the race, like Rossi do. Atau gw sesedih ini karena melihat Rossi yang sangat terpukul?
Yes, just visit Rossi's official site, and you'll know what I mean.

My deepest condolences for Sic's family.
Some people say, die when you're young is such a bless.
Sic has passed away. In that young age. On the race. One of his favorite thing. I hope it could be another bless for him. :)

So long, Sic58. You'll be missed.


October 17, 2011

Life Need Balance, you are mine.

Everything happens for (a) reason(s). Indeed. 
And, for me, there will always be a good reason. 
I have some reasons that I might hate D so much. But, those reasons be the reasons why I love him even more. *hari apa sih nih? kok gw menye-menye* H

Well, nowadays, I wake up early, even on the weekend. Sebelum jam 7, aku sudah sukses bangun dari tempat tidur, dengan segar bugar. Amazingly, I have started working on that time, on weekend. (⌣́_⌣̀). No, Am not workaholic. Am a matrialistic girl. I need to work for shoes, bag, and, gadgets. Ahahhaa. 
Working, is something that, I could enjoy. Really. I don't know is it because I always (unconsiously) choose the job that I like, or is it me that, just, freak. Anyhei, intinya, pagi ini aku sudah mulai bekerja jam 7 pagi. Walaupun, aku tidur pagi juga, biasanya. Dan, D tiba-tiba datang pukul 11, membawa kue rangi kesukaan ku. Ah! Pacar yang satu ini emang hebat! Kue rangi teman kopi menjadi bateraiku untuk bekerja. D? Dia kutinggal sampai ketiduran di depan TV. Kasian

Ya, ya, ya. Once I'm working, on academic assignments or my business, I'm pulling myself into my own cave. EVEN, I ignored D -several times he said- that ask for lunch. Bahkan dia sampai buat cereal sendiri saking lapernya. Ahaha. 
Let's say, when It comes to Time (management), I'm a strict one, or rigid. I'm too anxious to be anxious. So that I manage my time well, so I can do everything without being in rush *masih bisa prokrastinasi*.. :D Makanya, I love working on my assignments, I'll finish what I've started SOON. But, D, He's on the other side of the ring. Today, when I was in my cave, with all the assignments, He pull me out and said 
'ajak abel berenang yuk! Di PIM!' 
And I was like 'HAH! Gak liat apa ini gw lagi kerja?!' But, call me crazy, I left all the papers and went to the pool. Yes, I love him so much. He spent a lot of time with (waiting for) me. Me and my assignments, me and my business, me and my bla bla bla.. And this time, he took different action in the right time. Because he knows, all I need is a spontaneous random day out. There, he took me. Thank you D. The fact that you often come late, too much laid back, make me insane. But this spontaneous thing, keep me sane. Me, myself, don't think that I need to take some 'rest'. Tapi, setelah berenang aku merasa jauh lebih segar dan bersemangat. Hati gembira pokoknya. :) 

Yah, life need balance, aight? And you, thank you for balancing my life. :*

October 07, 2011

NEUROSCIENCE dan keimanan

*sedang mengerjakan tugas Neuropsychology* 
Tiba-tiba gw teringat sama kuliah neuro yang Selasa lalu *jarang2 nih gw inget tentang kuliah*. Ya walau waktu S1 mata kuliah faal gw lebih banyak membahas sperma anjing, ular, serta cacing dengan bentuk bulat, bulan sabit atau celurit, gw sangat tertarik dengan neuroscience *tertarik itu artinya excited kalo mendengar dosen menerangkan yaaa, bukan berarti gw jago yaaa..*. Nah, Selasa lalu pembahasannya adalah tentang neuron. Ini kira-kira tampang dari neuron itu:

 *gambar diambil dari wikipedia* 

Rumit ya cyynn. But then, mata kuliah ini membahas tentang bagaimana neuron ini berkomunikasi, baik intra-neuron maupun antar-neuronnya. SUBHANALLAH! Super ribet man. Gini, bayangkan kalau kita goyangin jempol kita as if kita lagi joget dangdut. *kebayang gak?* Gerakan itu terjadi karena si otak mengirimkan sinyal untuk otot kita menggerakan si jempol. NAH. Sinyal yang disampaikan ini, bukan sinyal seperti tebak gaya *jangan bayangkan ada jempol-jempol kecil dalam syaraf lo yang diteruskan* Sinyal 'perintah' ini, saat dikomunikasikan di dalam neuron dihantarkan dalam bentuk sinyal listrik. Nah, kalo dari ujung dendrit udah sampai ke akson, sinyal ini disampaikan ke neuron berikutnya melalui proses neurotransmitter. Intinya, ada peranan kimiawi dan listrik yang terjadi. 


Lah terus, gimana caranya si sinyal tersebut bisa membuat jempol goyang-goyang? Nah ini sih gw dikasih tau sama aryo yang lulusan neuroscience: sinyal itu dikirim dalam dalam bentuk 'binary'. Kalo susah bayangin, bayangkan aja kaya kode morse yang kemudian kalo dikumpulkan secara lengkap jadi sebuah perintah untuk goyang-goyang jempol. MAN, bayangkan, sinyal tersebut dihantarkan pada bagian yang keciiiiiiiiiiiiiil banget di badan kita. dan sinyal itu bisa menyebabkan otot-otot kita bergerak. Thus I said:  


BELAJAR NEUROSCIENCE ITU MENINGKATKAN KEIMANAN


Allah menciptakan bagian yang kecil banget di tubuh kita. Dan bagian tersebut memiliki fungsi yang sangat besar. How great He is.  


*kalau mau penjelasan yang lebih tepat, cari sumber yang lebih terpercaya ya* 
Hmm, ngerjain tugas Neuro dulu ya. Suka mata kuliahnya ternyata ngga membuat gw mahir ngecap di tugas ini. :p

October 05, 2011

Time Management


TIME MANAGEMENT itu salah satu kunci sukses.
Gw ngga ngerti sih, kepribadian gw yang mana yang membuat gw sangat menghargai waktu, terutama waktu orang lain. Gw tidak suka menunggu, makanya gw juga ngga suka ditunggu. Biasanya gw akan memperhitungkan untuk bisa sampai ke suatu tempat minimal 30 menit sebelum waktunya. Dan, tau kalo gw bakal datang telat, gw pasti akan bilang dulu sama orang-orang yang berkaitan.   
Pengaturan waktu menjadi hal yang penting buat gw. Gw pasang alarm 2 jam dari waktu gw harus siap. Misalnya: gw harus siap berangkat jam 7, maka alarm gw akan bunyi jam 5. Alasannya, selain sholat, gw itu pemalas bung. Kalo alarm baru bunyi sekali, gw akan tidur lagi sampai gw merasa ikhlas untuk bangun dari tempat tidur. Minimal 1 jam sebelum berangkat.
Nah, gw juga ngga suka buru-buru. Ada dua alasan, pertama PERASAAN saat kita in hurry itu ngga enak banget. apalagi gw orang yang suka merasa bersalah. Beuh! Suka pengen nangis saking kesel sama diri sendiri. Alasan kedua, kalo gw buru-buru, mostly, gw akan melakukan kesalahan, seperti meninggalkan barang yang penting, menumpahkan sesuatu, merusak sesuatu, atau, meninggalkan typo bertebaran di tugas gw. MEH. Makanya, gw suka kesel banget kalo ada orang lelet. *maaf ya orang-orang lelet yang suka gw marahin*
Karena gw sadar, gw itu pemalas, maka, gw harus mengatur waktu sedemikian rupa, supaya gw tetap menikmati hidup gw. Kalo gw mau lelet-lelet, ya gw pasang alarm 30-60 menit lebih awal (lagi). Jadi, gw tetep bisa menikmati masa 'tidur lagi' di pagi hari. Punya waktu untuk 'santai-santai' sebelum mandi. Dan masih bisa menikmati spongebob di pagi hari tanpa perlu buru-buru.
Nah, kenapa gw nulis ini? Karena gw abis marahin temen gw yang suka lelet. Abisnya, orang udah buru-buru, dia tetep sambil lelet-lelet beresin tasnya. Belom lagi, orang udah buru-buru karena telat, dia masih lelet-lelet ngelapin sepatu, atau sekedar ngerapihin barang-barang di kamarnya. Huhu... kenapa dari tadi dia santai-santai internetan. Kenapa pas udah telat dan berangkat dia baru beres-beres.
Waktu itu ngga akan terulang, teman. 
Jangan mau ditinggal.




October 02, 2011

Passion, Where Are You?

Hallo, Saya kembali!
Hehe, biasalah si pemalas yang easily distracted ini lagi banyak tugas dan pekerjaan yang tidak bisa ditunda a.k.a di-prokrastinasi-kan. But I always love this pace. Yes, sometimes, doing nothing would kill me, my brain actually. *random*

Well, minggu lalu mengisi training TRANSFORMERS 2011 bersama Dynamite Training. Temanya "Be Bold and Be Prepared" dan pesanan dari panitia, isinya tentang PASSION. Oh My God, Apa itu Passion? Buah? Passion Fruit? *jayus* *digiling massa* Anyhei, Let me ask you, apakah passion itu? buat anak-anak yang kuliah di Psikologi, apa kita pernah specifically learning about the thing called 'Passion'?? Ya, gw anak bandel sih, kayaknya pas diterangin gw lagi nyoret2 file temen gw, or lagi merancang kejahatan politik. Atau memang tidak pernah diajarkan ya selama kuliah?

But, diajarkan/tidak bukan menjadi suatu alasan buat gw untuk tidak membuat materi yang menarik. *yea rite, di project ini gw menjadi penanggung jawab modul* Yeay! Dan akhirnya, berangkat dari tanya-tanya ke panitia serta orang-orang di sekeliling gw, gw mulai membuat modul tentang passion *masih tetap dalam keadaan pusing, bingung dan ga sreg*. Merasa cukup dengan 'kenyataan', gw mencoba untuk mencari sumber-sumber yang lebih ilmiah. Yes, hampir seminggu gw membaca referensi dari internet, dan gw tambah bingung. Bahkan, untuk sekedar mencari definisi yang 'pas' untuk peserta.

Tapi akhirnya gw mikir, Man, kenapa juga training ini mesti mikirin definisi sih? Inikan bukan training untuk ujian akhir semester. PEEP! Walaupun, pada hari pertama, pertanyaan terbesar peserta adalah tentang 'apa itu passion?' Jawaban gw sih, 'coba jawab, apa itu cinta?' Gw ngga mengecilkan 'arti' dari kata passion, tapi passion itu dirasakan. Sama kaya cinta. Sometimes, you just can't tell it, but once you got it, you feel it! *alasan*

Akhirnya, ada 2 pokok penting yang kami sepakati untuk sampaikan di Training, dan masing-masing point kami sampaikan di 2 hari yang berbeda. Hari pertama tentang Passion serta bagaimana mencapai passion kita. Ibarat kata nih, Hari pertama ini, kami memberi madu. Kami kasih yang indah-indah, bagaimana 'hebat'nya passion dalam menggerakan kita. Banyak muka-muka bahagia di akhir hari. Seakan-akan mereka mendapatkan penerangan tentang apa passion mereka. How to find your PASSION? jawabannya adalah berani mencoba, jangan takut salah, dan terus ambil resiko! gw sendiri, lebih setuju dengan kata 'menemukan', karena Passion ada di dalam diri kita. Dan kalo kita ngga mau mencoba, gimana kita tau if IT suits us or not. Kalo itu passion kita atau bukan. Nah, kalo hari pertama itu madunya Passion, hari kedua gw kasih mereka Pahitnya kenyataan.

Gw ngga bilang kalo lo ngga perlu kerja sesuai passion lo ya. But sometimes, kenyataan itu ngga indah bung. Partner gw, Otto, 'menggampar' peserta pelatihan dengan beberapa slide bergambar 'keluarga', 'komunitas', dan foto 'pernikahan' -dibagian ini, peserta-peserta cowo langsung bersandar lemas di kursinya-. Yes man, kenyataannya, ngga semudah itu kita mendapatkan pekerjaan sesuai passion. Banyak tantangan yang ada di jalan kita. Biar gimana pun, kita ngga hidup sendiri, lho. Ada orang tua, keluarga atau mungkin teman yang CARE dan PEDULI dengan kita. There, I repeat, CARE dan PEDULI.  Bukan sekedar ikut campur ya. Dan faktanya, kita juga ingin membahagiakan mereka, memenuhi harapan mereka, bukan? Saya punya banyak teman yang passionnya di musik atau fotografi, tapi, mereka memilih untuk tidak hidup dari passion mereka ini. For me, Passion is something you would do, FOR FREE. If there's money come with it, It's an extra bonus! Lagian, ngga semua orang segitu mudahnya mendapatkan pekerjaan, apalagi mendapatkan pekerjaan sesuai passion mereka.

Jangan putus asa. Kuncinya bukan semata bekerja sesuai dengan passion kita, tapi bagaimana kita  'menemukan', 'menumbuhkan', 'membawa', dan 'menghidupkan' Passion kita dalam pekerjaan yang kita jalani. Bicara tentang hal ini, kayaknya gw bisa bikin buku. Since, Took almost a week to really 'get into' the subject. agak gak enak ya membuat materi pelatihan yang materinya kita ngga suka atau ngga sreg. Thus I did a lot of reasearch and reading, biar lebih dapet mood dan feelnya. Alhamdulillah, team gw hebat. I BOOM YOU, DynaSIX!

Well, if you wanna talking more about passion, you can email me or contact me ya..
Tulisan ini terlalu random karena ada 2 tugas filsafat ilmu, 1 tugas kuantitatif, 1 topik kualitatif, 1 tugas neuro yang lagi menari-nari di otak. I love you readers.





 

September 18, 2011

minggu pertama kuliah

Halllloooo,

Iya, seperti biasa, saya akan menyalahkan kesibukkan atas kekosongan di blog ini selama beberapa waktu. Tapi hati kalian tidak kosong kan, readers?! *ppfffttt* Tapi si pacar sudah minta diapdet. Hmm, something sounds wrong. Maksutnya, si pacar sudah minta si blog buat diapdet. *This sounds wrong as well, actually*

Hmm, Saya akan bercerita tentang hal penting terjadi di minggu ini: My (another) first week in college!! \(´▽`)/, minggu ini adalah minggu pertama Saya menjadi mahasiswa Magister Profesi Psikologi Pendidikan. I was so nervous so that I kept telling my boyfriend that I was nervous. I asked him, what should I prepare? What would I get and do in each first class? And etc, etc.. D, berusaha menenangkan,
"Biasanya kuliah pertama itu perkenalan, sama dikasih tau silabus sama bukunya. Trus pulang cepet.."

And I was blaming my self for being so percayaan. Percaya aja, dan Saya merasa tenang.
Melangkah menuju ke kelas pertama, Saya seperti habis minum pil senyum. Saya tidak bisa mengontrol garis bibir Saya yang seakan kaku membuat lengkung membentuk senyum, *but I knew I was not the only one, tiba2 Cune masuk kelas sambil tutup mulut dan Saya yakin pasti dia susah mingkem karena maunya senyum*.

Daaaan, hasil dari 2 mata kuliah pertama sangat menakjubkan! Selain berkenalan, silabus, dan referensi, ada tugas sodara2! Yang lebih hebatnya, kuliah di hari Senin itu, meminta kami untuk presentasi di Senin mendatang *fyuh* tapi papernya dikumpulkan hari Kamis! **TIGA HARI SAJA** Dan tugas yang harus dikumpulkan adalah tentang konstruk, dimensi sampai indikator alat ukur yang mau dibuat!! **Jika kau tiba-tiba merasa butuh liburan, katakan Aye, AYE!!!**

Sebenarnya jadwal kuliah Saya hanya hari Senin, Selasa, dan Kamis. Dan Minggu pertama pun kami tidak bisa menggunakan hari Off untuk pengadaptasian kekagetan otak terhadap beban tugas mental yang diberikan. Ya, sebenarnya tugasnya sih biasa saja. Saya rasa, otak kami yang terlalu *berdebu* untuk memikirkan hal-hal teoritis ini. Pfftt..


Beruntungnya Saya satu kelompok dengan orang-orang hebat (dan sabar), sehingga kami bisa menyelesaikan tugasnya dan menyerahkan nasip kami ke tangan dosen. Hehe.
Well, at least, Saya merasa bersyukur karena biaya kuliah yang kami bayar tidak disia-siakan dengan kekosongan. Padat, men.


Dear readers, mari kita saling bergenggaman tangan, bersatu dalam doa dan kekuatan hati. Semoga Saya bisa menjalankannya dengan lancar, Anda bisa menjalankan kuliah dengan lancar, bisnis dengan sukses, jodoh dengan bahagia. #eh.

August 25, 2011

38.9 derajat celcius dan mengajar

Hrr, beberapa hari ini, I'm not feeling well.
Dan SIYALnya, banyak teman-teman saya yang bersyukur karena Saya sakit.
"Wah, lo bisa sakit juga? Syukur deh, kalo ngga sakit lo ngga istirahat."

kata Anna. Belum lagi di twitter. Yah, Saya bersyukur banyak yang memperhatikan Saya, terima kasih lho teman-teman, for knowing me that well. -___-

Saya akhirnya sadar, Saya memang sudah sangat jahat pada tubuh Saya sendiri. Sebutlah, kalau cuma suhu badan yang 'sedikit' meningkat sih biasa. Pusing sih bisa dilawan. Batuk mah pakai masker aja. Malah, pertengahan puasa kemarin, Saya sempat 4 hari gak makan, as in tidak mengonsumsi karbohidrat yang cukup. Jadi ceritanya, Saya sedang tidak puasa, jadi mama tidak membangunkan untuk sahur. Nah sesiangan sibuk kerja dan mengerjakan ini-itu ya, rasanya seperti puasa aja. Then, ketika waktunya berbuka, layaknya saat berpuasa, minum air dan beberapa potong tahu goreng tepung *turun temurun di keluarga* sudah mengisi penuh rongga perut yang kosong. Akhirnya, suatu pagi, Saya merasa sangat lapar saat bangun tidur. Saat itulah Saya baru ingat, kalau ternyata terakhir Saya makan adalah saat buka puasa bersama 4 hari sebelumnya. AHAHAHAHAHA. Ngelawak emang Saya ini.

Nah ceritanya, Selasa kemarin, hari ke-5 OBM 2011, Saya merasa sangat tidak enak badan. Bangun pagi, Saya menggigil dan meriang. Saya memaksakan diri. Karena, memang begitulah biasanya. Badan Saya terasa sangat nyeri, kepala Saya sakit dan pusing. Ya, sakit itu seperti ditusuk-tusuk, dan pusing itu seperti muter-muter, and I got them both.
THE SHOW MUST GO ON. Saya tiba di kampus dengan muka super memelas dan dikasihani sejuta fasilitator lain yang melihat. Masuk ke kelas menggunakan jaket, dan bersiap tampil 'seadanya' karena sangat tidak bisa bergerak.

Tapi, Larry King pernah bilang, saat kau berada di panggung, kamu bukanlah dirimu, kamu adalah dia yang diharapkan ada di panggung. Tiba-tiba Saya merasa 'tambah sakit' dengan menggunakan jaket. Akhirnya, Saya melepaskan jaket dan mencoba terus mengajar 'senormal' biasanya. VOILA, Saya bisa menyelesaikan tugas Saya hari itu. 2 sesi seperti biasa, artinya 2 kali 3 jam untuk memfasilitasi mahasiswa/i baru UI untuk belajar tentang aplikasi e-learning yang digunakan di UI. 2 kali memimpin 55 mahasiswa di kelas yang panjang seperti patas. Alhamdulillah, hasil penilaian mereka sangat memuaskan.

Sayangnya, 'orang lain' dalam diri Saya langsung minggat saat selesai mengajar. Badan kembali panas, kepala kembali 'cenat-cenut' hebat tiada tara. Saya memutuskan untuk langsung pulang, mengingat, masih ada hari terakhir yang harus saya 'tutup' dengan indah. Sampai rumah, demam Saya mulai berlebihan, panas tubuh mencapai 38.8 - 38.9 derajat celcius. Kepala Saya pusing bukan main, hingga tiduran pun tidak bisa membuatnya terasa lebih baik. Ketika tidak sanggup untuk ke dokter, Saya merasa terberkati punya banyak teman-teman dokter. Akhirnya @wahadasara, Ari dan Harry berhasil membantu Saya, menenangkan Saya, dan memberi beberapa suggestion untuk Saya. Walau tidak bisa makan, Saya memaksakan diri Saya untuk makan. Esok harinya, Saya kembali bisa mengajar, demamnya turun, tapi pusingnya menetap. Sara curiga ini Typhus atau infeksi bakteri. Kemudian Ia menyuruh Saya untuk melakukan tes darah. *doakan Saya hasilnya baik ya*

Hih! ini posting tentang apa sih? Saat ini sih masih pusing, tapi ya, pusing itu biasa *tetep ya* Intinya, Saya memang yakin, kekuatan passion memang besar. Buktinya, saat waktunya mengajar, Saya bisa lupa sama pusing Saya, giliran selesai ngajar, langsung pengen nangis sakitnya. Kedua, jangan jahatin badan kalian kaya Saya ya. Badan ini kan titipan Beliau. Bukan berarti kalian harus sering minum obat kalau sakit, tapi ISTIRAHAT. Karena sakit adalah tanda-tanda si tubuh udah mulai protes. Bukan berarti lemah atau riwil, tapi coba kenali tubuh kalian. Jangan terlalu dipaksakan, kalau 'drop' smapai harus masuk Rumah Sakit, lebih repot urusannya. Mahal, buang waktu, mengganggu aktivitas dan jadwal orang lain (yang kepentingannya melibatkan kita).

August 24, 2011

OBM UI 2011

Huaaa, hampir 1 abad tidak meng-update blog ini. Maaf ya, maklum, agak sibuk.. :(

2 bulan ini merupakan bulan yang memberikan saya pelajaran berharga.
Saya tergabung dalam fasilitator yang tugasnya mendampingi mahasiswa yang baru masuk UI dalam masa Pra Kuliah ini. Materi yang diberikan pada masa ini berisi persiapan2 yang akan berguna untuk menunjang kesuksesannya. Dimas menganggapnya sebagai masa pemberian peta dan kompas.
Di titik ini mereka diberikan gambaran medan, serta diberikan kompas. Mereka yang menentukan tujuannya. Mereka juga yang akan menentukan akan menggunakan kompasnya dengan baik atau tidak. Karena kami hanya memberi dan mengajarkan penggunaannya, tapi tak bisa memaksa mereka menggunakan keduanya, peta dan kompas.

Beberapa fasilitator mengajarkan pada saya untuk tidak percaya pada apa yang ditampilkannya saat 'tes' yang kami berikan. Karena ternyata komitmen mereka rendah. Atau bahkan, karena 'terlalu' cerdas, attitude mereka kurang baik. Namun, lebih banyak fasilitator yang membuat kami bangga. Karena ternyata kami memilih orang2 hebat. Belum lagi bila melihat kinerja mereka yang meningkat setelah pelatihan yang kami susun.

Satu yang berkesan. Suatu hari seorang fasilitator tidak bisa hadir, saat dikonfirmasi melalui telepon, Ia sangat menyesal dan sebenarnya sangat ingin hadir. Saat ditanya alasannya, ternyata Ayahnya meninggal malam sebelumnya. Kami terhenyak. Lemas, dan merasa jahat.
Pagi esoknya fasilitator ini hadir. Kami semua sulit berkata-kata. Serba salah. Ia sedang berduka, kemarin Ayahnya berpulang, hari ini Ia bekerja seperti biasa. Saya, ingin nangis rasanya. Dia kemudian malah minta maaf penuh sesal sambil cerita bahwa kemarin sebenarnya sangat ingin datang karena SUDAH JANJI UNTUK DATANG FULL SEMINGGU. Komitmennya membuat perut saya bergejolak. Terharu, bangga, sekaligus malu membandingkan dengan diri saya sendiri. Untungnya, Ibundanya melarangnya untuk datang. Apabila Ia tetap datang saat itu, dan kami tahu keadaannya, entah kami harus malu seperti apa lagi.

Pelajaran lain datang mahasiswa yang baru saja masuk. Dengan semangat dan kebanggan penuh, Ia mengikuti kegiatan pra kuliah ini dengan baik. Suatu kejadian membuat kami mengetahui latar belakangnya. Orang tuanya petani, bahkan dengan lantangnya Ia bilang 'bukan, orang tua saya bukan petani, hanya pesuruhnya.' Kami sudah tidak tega lagi berdebat. Ibunya, tidak tamat SD. Saya sekali lagi terpecut dengan semangat dan keberhasilan Mahasiswa baru ini. Ia mungkin memanggul harapan yang besar. Bukan hanya dari keluarganya, tapi juga harapan seluruh desanya. Berjuang ke Jakarta, menuntut ilmu. Semoga kelak Ia bisa mengangkat kesejahteraan warga desanya.

Semangat, komitmen, cita-cita. Itu adalah hal selain teman baru, pengalaman, tawa dalam lelah yang kami rasakan. OBM tahun ini memberi pelajaran lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dan semoga Saya tidak pernah puas dan mau terus belajar.
Terima kasih rekan-rekan fasilitator yang sudah berjuang bersama Saya. Senang mengenal Anda semua.


August 04, 2011

ketegaran dibalik sebuah kepergian

Ternyata, kehilangan seseorang masih menjadi suatu 'ujian' untuk saya.
Setiap kali mengetahui ada seseorang yang baru kehilangan orang yang disayangnya karena meninggal dunia, hati saya rasanya ikut remuk.
Walaupun, Saya tidak mengenalnya, sama sekali.
Saya merasa sesak, dan sakit.
Seberapapun orang tersebut berusaha tegar, air mata saya akan tetap tumpah.
Karena pada masa itu, pada masa dimana orang yang saya kasihi kembali kepada-Nya, sebesar apapun senyum yang saya pasang, hati saya meraung-raung.
Seberapapun saya berusaha tegar, tubuh saya lemas.
Seperti semua tulang dari tubuh saya diangkat.

Untuk keluarga dan kekasih korban helikopter yang jatuh di Sulawesi, ketegaranmu luar biasa.
Pasti besar cintamu kepadanya, pun cintamu pada Tuhan.



July 19, 2011

Love lesson

*melihat papa mencuci piring*
aku: "nyuci piring boss? " *anak durhaka*
papa: "iya, kasian mama, kalau nyuci piring malem2 tangannya sakit. Jadi besok pagi bangun2 nyuci piring deh. Jadi mending papa yang cuciin.."
aku: :') *anak durhaka kini terharu*

Dad shows his love in simple way, constantly. That's the best lesson and experience I have about growing old together, about loving each other.


July 15, 2011

Commuter Line?

Siang ini di SCTV ada berita tentang kereta commuter line. Yang Saya baca dari tweet teman2 saya yang anak kereta -duile- sih, banyak keluhannya. Hmm, saya sendiri sempat menjadi anak kereta selama 1 tahun kemarin. Setelah resign, hubungan Saya sama kereta juga hampir putus. -duile, lagi-

Anyway, selama setahun kemarin, kereta menjadi moda yang cukup Saya andalkan. Saya menjadi anak kereta. Benci-benci cinta kalau dia lagi terlambat atau ada gangguan. Tapi, waktu tempuhnya menjadi yang paling nyaman dan sehat mental buat Saya yang berkantor di Slipi dan pulang ke Cijantung (naik kereta dari Stasiun Tanah Abang sampai Stasiun UI).

Bukannya Saya sombong, (walau emang sombong), tapi, Saya biasanya lebih memilih kereta ekspress. Ya, bedanya memang cukup banyak, 3500 rupiah. Coba dikali 20 hari kerja, Lumayan kan? Saya punya beberapa alasan mengapa Saya memilih kereta ekspress. Pertama, waktu tempuhnya yang lebih cepat. Ya, walau kereta ekonomi AC seringkali datang lebih dulu, tapi, ekspress seringkali waktu tempuhnya lebih cepat. Ngga kelamaan dijalan, ceuk mama teh. Kedua, lebih nyaman. Kereta ekspress biasanya hanya berhenti di Stasiun Sudirman. Artinya, hanya ada satu kali penambahan penumpang. Ngga terus menerus disesaki. Dipaksakan, padahal sudah tidak cocok lagi, eh tidak cukup lagi. *selain itu, di Sudirman yang naik kadang2 mas-mas ganteng yang pulang kantor. Wangi.* *teeeeeet*

Yak, yang ketiga, lebih aman. Seriously. Ketika kuliah, Saya sering naik kereta ekonomi maupun ekonomi AC. Hmm, berhenti di setiap stasiun berarti kesempatan si copet untuk kabur sesaat setelah nyopet itu lebih banyak. Waktu untuk nyopetnya pun lebih banyak. Setara dengan jumlah stasiun yang akan dihampiri si kereta. Ekonomi AC ada copet? Karena berhenti di setiap stasiun, mereka gak perlu beli karcis. Setelah naik, nyopet, turun aja di stasiun terdekat. Biasanya mereka lebih hapal tentang waktu pengecekkan karcis, kan?

Hmm, berhubung kita harus selalu mendukung usaha perbaikkan yang dilakukan, semoga faktor-faktor kenyamanan di atas diperhatikan oleh pengelola Commuter-Line yang tampak seperti baju baru buat Ekonomi AC. Selain itu, kita juga harus paham, kenapa kereta sering mengalami gangguan? Ongkos kereta yang kita bayar selama itu disubsidi. Dan jumlah subsidi yang SEHARUSNYA dibayarkan pemerintah itu cukup banyak. Sayangnya, saya perrnah membaca kalau utang subsidi ini belum dibayarkan oleh pemerintah ke pengelola. Jadi, kalo tarif/ongkos tiket harus terus dipotong, tapi subsidinya ngga dibayar, tambah lagi banyak yang tidak beli tiket, gimana pengelola mau melakukan perawatan?

Ya, kira-kira, itu yang ada di pikiran Saya tentang Commuter Line, eh, perkeretaan. Since, belum pernah naik Commuter Line. Semoga kita bisa saling mendukung dan menjaga fasilitas bersama. Seperti yang ditanamkan sejak SD di pelajaran PPKn dulu. Hmm, termasuk tidak membuang sampah permen, aqua gelas, atau bungkus snack lainnya di dalam gerbong. Ingat, kebersihan sebagian dari iman.



July 13, 2011

Rindu

Tiba-tiba gw rindu Cicik. Rindu manjanya. Rindu caranya memanjakan juga.
Ah, Cik. Dateng dong ah ke mimpi gw. Pengen ngobrol tau. Lo kan selalu punya sejuta cerita untuk gw dengar.
Dari cerita penting, sampai cerita ngga penting tentang orang yang gw gak kenal.
Ah, rindu berkomunikasi dengan baik bersamalo Cik.
Gw SMS satu kata, lo telpon gw dengan esia selama 2 jam. For nothing. Berbagi hal gak penting.
Yes, it is true. Semakin gak penting pembicaraannya, semakin penting hubungannya.

July 12, 2011

Untuk Pengendara Motor yang Baik..

Selain mabuk, hal lain yang berbahaya bagi pengendara (motor) adalah pengendara motor lain yang baru bisa naik motor.

Seriously. Perilaku mereka bisa disetarakan dengan (sebagian besar) pengendara bajaj. Men, hanya mereka dan tuhan yang tahu, kapan mereka mau berhenti, atau belok.

Dear You stupid riders,
Bisa ngegas dan menjaga keseimbangan motor ngga membuat Anda layak menjadi seorang pengendara motor.
Jangan karena motor matic hanya perlu gas dan rem, Anda lantas merasa pantas berkendara di jalan raya. Oh men, percayalah, test mendapat SIM motor gak semudah itu.

Berkendara dengan selamat bukan hanya tentang Anda bisa selamat selama berkendara. Kalo ada orang yang gak selamat karena Anda, itu fatal.
Kalo Anda selamat selama berkendara di jalan, belum tentu karena Anda jago, mungkin karena orang lain yang mengalah, atau mungkin pasrah menghadapi kebodohan Anda.

Anda bukan pembalap MotoGP. Motor Anda dilengkapi kaca spion. Dua buah. Kalo posisi spion Anda sudah berdoa, menengadah ke atas, bagaimana Anda bisa melihat kendaraan lain di belakang Anda.
Motor Anda juga punya lampu sen. Bukan hanya sebelum belok, sebelum Anda pindah lajur, berikanlah tanda untuk kendaraan di sekeliling Anda. Sebelum pindah/belok, jangan lupa, sekali lagi, LIHAT SPION, mbak.

Seriously, berkembangnya motor matic berkorelasi positif dengan kekacauan di jalan (gw rasa). Jalan di lajur kanan, tapi kecepatan setara dengan kendaraan di sebelah kirinya, atau malah di sebelah kirinya kosong itu bikin orang pengen nyusul sambil nendang kendaraan Anda.
Dan buat mereka yang suka mengendarai motor pakai 1 tangan, kalo gw nyusul trus ngerem mendadak di depan lo, gw cuma mau tes kesigapan lo. Kalo mau santai, jalan di kampung aja Mas, jangan di jalan raya.

Tapi, ini serius. Ini kenapa tulisan ini dibuat dalam Bahasa Indonesia. Biar pengendara-pengendara motor yang kapasitas otaknya kurang, bisa paham tulisan ini.
Bahwa berkendara dengan selamat itu bukan berarti ANDA saja yang SELAMAT, tapi pengguna jalan yang lain juga TIDAK CELAKA dan TIDAK TERGANGGU KENYAMANANNYA karena ANDA.

BIJAK, JAGA KESELAMATAN ANDA DAN ORANG SEKITAR ANDA.

July 01, 2011

Movie: Something Borrowed (2011)

Persahabatan dan cinta itu memang, tipis-tipis berbahaya. Sengganya, ini yang gw tangkep dari film Something Borrowed. dan hidup gw. Meh.


Rachel (Ginnifer Goodwin) bersahabat sejak kecil dengan Darcy (Kate Hudson). Darcy yang modis dan 'gaul' akan segera menikah dengan Dex (Colin Egglesfield), sahabat Rachel sejak mereka kuliah hukum. Darcy, selalu mendapatkan apa yang ia Inginkan. Itulah yang dilihat oleh Rachel. Hidup mewah, popular, dan dengan kapasitas akademisnya yang kurang, Darcy bahkan diterima di Notre Dame University. Maka, Dex yang tampan dan pintar definitely would choose Darcy than herself. That was what she thought.
Kalo lo dan sahabat lo menyukai cowo yang sama, sementara sahabatlo lebih atraktif dan 'cool', apa yang akan lo lakukan? Memperjuangkan perasaanlo? BOHONG!

Konflik dimulai saat setelah beberapa kejadian, ternyata, Rachel yang menganggap Dex hanya menganggapnya sebagai sahabatnya malah tak sengaja mengungkapkan perasaannya. Dan Dex, yang ternyata menganggap Rachel hanya menganggapnya sebagai sahabatnya, akan segera menikahi Darcy. Sahabat Rachel.

Be honest! Apa lo akan memilih untuk hidup sesuai keinginanlo, atau, lebih sering untuk hidup sesuai harapan orang tentang lo? Kegamangan ini pun terjadi. Rachel ingin menghindari semua ini, karena tidak ada sahabat yang ingin merebut calon suami sahabatnya. Walaupun, keinginannya adalah melakukan hal itu. WHAT WOULD PEOPLE SAY??

Sayangnya, pada saat Rachel memilih untuk mengikuti keinginannya, Dex tidak mampu memperjuangkan keinginannya. Seperti Ia tidak mengikuti keinginannya menjadi guru karen orang-orang di sekitarnya melihat Ia sangat cocok menjadi seorang pengacara. Membatalkan pernikahan bukan sesuatu yang diharapkan orang-orang darinya. Terlebih lagi saat orang tuanya menekan Dex untuk menjaga kehormatan keluarga.

Apa yang terjadi? Tenang, ada Ethan (John Krasinski) sahabat Rachel dan Darcy sejak kecil yang ternyata mengungkapkan perasaannya. Drama belum selesai. Konflik belum usai. Ada Marcus (Steve Howey), sahabat Dex, yang membuat drama semakin seru.

DO WATCH THIS MOVIE! Terlebih lagi untuk Anda, yang seringkali 'mengalah".

poster source



June 28, 2011

Movie: Last Night (2010/2011)

Sebagai perempuan, ketika Anda pergi bersama pasangan Anda, pernahkah Anda melihat sinyal-sinyal bahwa ada perempuan lain yang tertarik pada pasangan Anda? Sialnya adalah, ketika perempuan tersebut cukup atraktif. Hal ini akan lebih parah apabila Ia adalah kolega pasangan Anda.

Saya menonton sebuah film pada pre-release lalu, Last Night. Bercerita tentang kehidupan pernikahan seorang penulis, Joanna (Keira Knitghley) dan Michael Reed (Sam Worthington), seorang pebisnis. Kisah ringan yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dalam pernikahan, mungkin juga dalam kisah cinta Anda.

Last Night bercerita saat pasangan ini terpisah pada satu malam karena Michael harus menghadiri business trip bersama koleganya, Laura (Eva Mendez) yang ternyata saling tertarik dengan Michael. Michael berusaha menahan diri dan tetap setia, sementara Joanna ternyata kedatangan tamu, Alex (Guillaume Canet), kisah cintanya yang lalu. Malam seperti apa yang mereka lalui saat mereka terpisah? Bisakah mereka tetap setia satu sama lain?

Geregetan dan deg-degan adalah apa yang Saya rasakan saat menonton film ini. Ya, karena kisahnya ringan, dan sangat nyata. Dan mungkin, pernah kita alami.

Poster: Last Night

poster source

June 22, 2011

Jika Aku Menjadi dan "kemana sih anak-anaknya??"

Weekend lalu gw sempet nonton 'Jika Aku Menjadi' yang tayang di Trans TV. Ya. Intinya adalah memberikan 'kesempatan' untuk orang-orang muda yang lebih beruntung untuk hidup seperti orang-orang yang 'lebih hebat'.
Perempuan hebat yang kisahnya diangkat minggu lalu adalah seorang nenek yang hidup sendiri. Ia sampai terpaksa makan semacam umbi-umbian karena tidak punya uang untuk makan nasi. Untuk menahan rasa sakit tangannya yang patah, beliau bahkan meminum obat untuk unggas.
Gw nangis aja deh. Kaya digamparin pake ipad deh rasanya.
Tapi ada satu scene dimana peserta bilang bahwa sang nenek sebenarnya merasa kesepian, tapi ia tidak mau mempermasalahkan anak-anaknya yang tidak mengunjunginya.
Yes. Setiap kali gw nonton acara semacam ini, dimana ada orang tua yang tinggal sendiri, di rumah yang tidak lagi layak, gw akan bertanya: kemana sih anak-cucunya?? Tapi, itu dulu.
Dulu? Ya. Gw mengalaminya. Almarhumah nenek gw dulu tinggal sendiri di desa gw. Kami, terutama nyokap gw, bukannya gak mau mengurus beliau. Tapi, seriously, kami seringkali meminta beliau tinggal bersama kami, atau salah satu anaknya, di Jakarta. Tapi, beliau bersikeras tidak ingin meninggalkan rumah tuanya di desa. Alasannya: tidak ada yang mengurus rumah dan kebun. Banyak kenangan yang ada di rumah tersebut. Padahal, kami punya penjaga rumah dan kebun.
Kita harus paham, setiap sudut rumah yang sudah lama kalian tinggali pasti punya kenangan yang akan sulit dilepaskan kan? Tampaknya itu juga yang menjadi alasan orang-orang tua di reality show dan kehidupan nyata sulit untuk meninggalkan 'rumah tua' mereka. Sulit untuk memasukkan kenangan baru dalam memory mereka, dan, sulit untuk kita memaksa mereka untuk melepas kenangan yang telah tertanam. Dan gw, gw sedih banget kalo harus memaksa beliau cuma bisa mengingat rumah itu dalam kenangannya karena harus jauh dari rumah itu. Gw aja kalo lagi BT banget selalu kabur ke rumah itu. Gw akan merasa tenang dan tentram.
Nyokap gw hanya akan memaksa, as in marah, nenek gw untuk ke Jakarta apabila beliau sakit. Kalau beliau sudah sembuh, maka beliau akan memaksa, as in ngambek, untuk cepat kembali ke desa.
Sulit untuk kami mencari 'pendamping' yang sesuai dengan beliau. Beliau masih didikkan Belanda yang tegas, teratur, dan penuh norma. Maka, sulit untuk mencari yang bisa 'patuh' dan bertahan dengan beliau. Untunglah yag terakhir ini tidak ada masalah.
Ya, sekarang gw udah ngga lagi 'sewot' "anak-anaknya kemana sih??" kalo nonton acara semacam ini. Karena, mungkin keturunan nenek gw mungkin masih mampu untuk sering menjenguk beliau. Masih cukup untuk membayar 'pendamping' untuk beliau. Sedangkan yang di tivi? Mungkin keturunan nenek/kakek tersebut memang tidak mampu untuk sering-sering berkunjung, atau membawakan makanan, apalagi harus mencari 'pendamping' bagi orang tua mereka. Dan, seperti nenek gw, mungkin mereka juga gak bisa memaksa orang tua mereka untuk ikut tinggal bersama mereka.
Jadi, gw sudah berhenti untuk nyinyir 'kemana sih anak-anaknya?'

Dan gw, sangat kangen nenek gw. Bobok yang tenang ya Mbah.. :')


June 10, 2011

Coffee-addict Anonymous

Yak, jadi gini ya kawan, saya akan menulis sesuatu yang fungsinya membantu diri saya sendiri.
Saya baru menyadari satu hal.

Hari Sabtu lalu saya mengadakan pelatihan di SMA Gonzaga, dan entah kenapa hari itu saya merasa 'aneh'. Seperti merasa tidak berada di sana. Akhirnya, malamnya saya dan teman saya, Verdi memutuskan untuk keluar dan mencari makanan. Kami pergi ke Indomart. Saya akhirnya keluar dengan segelas kopi panas di tangan.
Verdi kemudian menyadarkan saya, "lo udah addicted ya?" sambil masih berusaha meraba-raba how far 'kecanduan' is, Verdi menambahkan, "lo gelisah banget seharian ini."
YES. Ini jawabannya. Inilah kenapa saya merasa 'aneh' seharian ini. Dan kenapa akhirnya setelah minum kopi saya merasa lebih nyaman. Dan Verdi akhirnya menyadarkan saya. Yes. Minggu lalu saya pergi ke acara keluarga. Hari itu pun saya merasa uring-uringan. Sore harinya akhirnya saya keluar dan membeli kopi. Dan, kalau saya mau lebih jujur pada diri saya sendiri, ternyata memang hal ini sering terjadi. Bedanya, pada saat pelatihan atau acara keluarga, saya tidak seleluasa itu untuk pergi ke dapur dan membuat kopi.
So here I am. Berhenti denying keadaan bahwa saya kecanduan. Saya sudah 2 kali relaps. Dan saya mengundang teman2 yang ingin membantu saya untuk berhenti dari kecanduan ini. Kenapa ini seolah-olah menjadi hal besar? Karena merasa uring-uringan saat ngga bisa ngopi itu mengganggu, kawan. Karena saat otak Anda berhenti bekerja karena belum ngopi juga mengganggu, kawan.
Saya sudah beberapa kali mecoba men-substitusi dengan teh. But, I won't stop drink tea. I have to substitute 2 glasses of coffee with a-whole-day of Tea. Dan, saya pikir, ini ngga kalah -ngga-sehatnya.
Jadi, terimalah undanganku ini, kawan. Kalau ada yang mau membuat intervensi untuk para pecandu kopi-or-at-least-caffeine, Saya bersedia bergabung. Ciao.

June 09, 2011

S.A.C

Happy Thursday people!!!

Weew, a lot of things need to be shared. I'm so sorry that I have to prepare some presentations, important ones, so that this blog was neglected.. :(
Here I am. Got to tell you some updates:
1. I have resigned from BINUS University. This is hard. But this is the choice I have to take due to my next update -->
2. GOT MY NEW 'JAKUN' and 'KTM'. Yeaaaay!! I'm officially a student again!! Wish me luck people!!

Then, in this post, I'll share about my first update. Teng terereeeeng...

Yes, May 31st was my last day at BINUS UNIVERSITY. I've told you, this is not easy. I've told you as well how I love this place, this job. But, once again, this is the choice I've made. For my study.
May 30th, we held an internel meeting. But since this meeting was started, I know, I wasn't there. My mind was flying here and there. Rewinding all the so called great and silly time we had. And, the last session of the meeting was my session. As a talkative one-yeay- this is the hardest session I ever had. Hrrr. I didn't mean to be so mello-dramatic. But I couldn't. -Ah, I hate Manga for having such of it-
It was hard, even only to say 'Thank You', without remembering all the memories I had with each of them. So, yes, I cried. A lot.

Mbak Astri, my manager. She always know how to support her team. She always emphasizing that the important thing from a task that was given to her team is the chance to learn and improve.
Mbak Anggi, my head section. The one give me trust that push me to learn and improve. The one that thought me alot about the structure and procedure.
Mbak Reno, the one that frequently got 'another job' from me, when the deadline was closeeeeeer.
Mbak Ucil, my snack stealer. :p the one that always cheer me when she bullies Ocep.
Eileen, the great BINUSIAN. From students that took a mentor role, than bravely took nindya role than came as one of the family. Trust me, you'll learn a lot from this team.
Mbak Dede, *uhuk* we want another baby in the team *uhuk*. Mbakku yang baik dan bijak. The one who always teach me how to grow up, hillariously. :p
Ci Lau, orang paling sabar sedunia. The one that might remember me as her nightmare. Since, one day, the first time we took the same route to go home, we were trapped in a worst flood. No bus, bajaj, or cab. Meh. Sooooowwwrrryyyy ya...
Vica, the photographer. The one that seems keep alot in her mind. I hope you cam learn and improve alot with this team. I know this team need your hands more than you think.. :)
*elap ingus*
kakak Geoooo, the one that gave me farewell speech as if I were his girlfriend. Ah, my partner in GAULness. My last MCing partner. I wish you came earlier deh Kaaaak, We could have made the most gaul duet ever. Eh, terima kasih ya sepatunyaaaa... *ciumbasah*
kakak Yeyey, my fashion-guru. My shoe-fetish partner. My lovely sister. Huhuhu. The one that I always come to when I need to charge my battery. *ini kok kayak porno ya jadinya??* *shoooooooo*
Rut, Cinca Lowra KW9. The one that I love so much. :D for the reason that you know ya Ruuut. :p without you, my day would be so empty. Trust me.
Wiwit, the one that take me to train-world. The most-orderly person in team. That put things right in the right place precisely. Take a breath Wit..
Mbak Ria, my partner in almost everything. Coffee time-mate. Bullying people-mate. Gossiping thru eyes-mate. Planning something bad-mate. Ah, we shared too much Mbak, that's why we fight a lot as well. My Padang Jauh genk.
My Ocep!! The one that show me that grow up is fun when you keep your childhood inside. I'll miss you live stories, your gossip about everyone-that sometimes i don't even know-. I miss the time you sneak up to my desk and put that frustrated face when the formula you made didn't work. Aaaaaaaaaaaaaa..
Last but not least, the one that I didn't meet in my last day, Mangaraja. The one that took me to this great place. Let's meet up at Sagalaherang.

Thank you all, Cry, Laugh, fail, learn, success, and all of the great things happened in my life.
THANK YOU.


May 27, 2011

your simple ways

I love how you keep it simple.
'Have a nice day' in every morning;
Short call for a 'take care' at the end of my work hour;
'Selamat bobo' in every night;
And for each of them, there's always 'ilumu' at the end.

Thank You,
For, constantly, show me how it feels to be loved.

May 10, 2011

i want this wed dance!

For my Best friends (and my future husband's best friends), be ready. Coz I want something like this!!




Aaaaaah!! Watch how cute they are!!

May 02, 2011

My Favorite Teacher!

2 Mei 2011, Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Well, pendidikan di Indonesia memang masih belum sempurna, tapi, SAYA PERCAYA, kita akan menuju ke sana. Banyak orang di sekitar Saya yang Saya ketahui mereka berjuang untuk hal ini.
Saya? Hari ini Saya akan menulis tentang Salah satu guru favorit saya. Sebelum Saya menulis tentang beliau, Saya akan bersyukur bahwa Saya mengalami sesuatu yang disebut 'sibling rivalry'. Hal ini membuat Saya tidak mau kalah dengan Kakak Saya yang berprestasi di sekolahnya. Yang kemudian, membuat Saya bersyukur karena memiliki Guru yang bisa memfasilitasi dan mengatasi 'sibling rivalry' ini.
'Pergi sekolah' adalah hal yang Saya ingin lakukan sejak Saya berusia 3 tahun (menurut mama). Ya, usia Saya dan kakak berbeda 7 tahun. Maka, sejak Saya tahu dan bisa merasa iri, Saya langsung merasakannya saat melihat Kakak Saya pergi sekolah. Maka, sesuai tren Ibu-Ibu sekitar, Mama mengikutkan Saya ke sebuah TK Islam. Saya 'sukses' di sana. Kata mama, Saya sekolah 1 kali Seminggu. Saat Mama tanya, "Dik, mau sekolah ngga?", Saya akan menjawab, "Ngga ah! Sekolahnya ngaji melulu!" ASTAGFIRULLAH emang, tapi, huff, itulah Saya. Meh.
Maka, di sinilah peran Guru favorit Saya. Beliau mengajarkan Saya membaca, menulis dan berhitung. Dan saya cinta matematika. Mama. Guru favorit Saya adalah mama. Beliau seorang Ibu rumah tangga. Saya anak bawel yang tidak mau kalah dengan Kakaknya. Maka, saya akan gemar bertanya ini-itu dan akan mengeja ini-itu. Mama juga akan sering 'meminta tolong' Saya untuk menghitung jumlah belanja hari ini. YEAYNES!
Akhirnya, Saya 'tidak lulus' TK pada tahun tersebut. Alasannya: karena usianya belum cukup. Meh. Akhirnya Saya mengulang TK, tapi kali ini Saya pindah ke TK Mekar Sari. I love this kindergarten. Karena Saya tidak perlu lagi 'belajar'. Saya hanya perlu bermain-main di sekolah, karena belajar sudah Saya lakukan bersama mama di rumah. Di sekolah, semua menjadi lebih mudah. :D

Salah satu guru favorit saya adalah salah satu guru Bahasa Inggris saya. Dan Christie, seorang professor dari Ohio State University memuji Bahasa Inggris Saya. *pongah* Bukan, bukan untuk grammarnya saya rasa, -_- tapi untuk fluency Saya. *GR bukan main rasanya*
Guru Bahasa Inggris favorit Saya ini, percaya atau tidak, tidak bisa Bahasa Inggris. Ya, Beliau hanya tahu sedikit-sedikit. Mama. Guru Bahasa Inggris pertama saya adalah mama. Sejak TK, mama selalu menemani Saya untuk menonton film-film berbahasa Inggris, semacam "Layar Emas RCTI" yang biasanya dipotong berita jam 9 malam. Metode mama sangat canggih. Kami menonton film-film berbahasa Inggris, lalu sesekali aku diminta untuk mengulangnya, dan mama akan meberitahu artinya. Saya rasa, bukan masalah arti kata yang Saya pelajari, lebih ke pelafalan. Mungkin.
Memasuki masa SD, tugas belajar Bahasa Inggris saya semakin berat. Menulis lirik lagu- yang akhirnya pita kasetnya rusak karena seringkali di-rewind-dan kemudian berusaha mengartikannya. Mama bertugas menilai. Lalu Saya dan Kakak mulai berlatih menggunakan Bahasa Inggris di rumah.

Ya, Saya seringkali merasa beruntung karena mama seorang Ibu Rumah Tangga. Saya tidak mengecilkan Ibu-Ibu Rumah Tangga yang menajdi wanita karir. Saya tetap Salut untuk mereka. Tapi, memiliki Ibu yang seorang Ibu Rumah Tangga membuat Saya memiliki guru sepanjang hari. Saat beliau menyapu, mengepel, mencuci baju, memasak, atau bahkan menina-bobokan Saya.

*Tulisan ini kemudian lebih cocok menjadi tulisan di Hari Ibu dibanding Hari Pendidikan Nasional.*
Intinya, menurut Saya, Pendidikan formal di sekolah memang Hal yang tidak boleh dikesampingkan, namun, Pendidikan yang baik dimulai dari dalam rumah.

pesan mama: Salam Sayangnya mana?

I Love You, Mom!


April 28, 2011

note for you

I know you read this post.
And, let me tell you,
I'm Happy with him.

Don't You worry.

We're doing great.


April 25, 2011

Bumi Ini - Potret

Hari ini tiba-tiba ingin mendengarkan Album kedua Potret: II. Dulu Gw sangat suka dengan POTRET dan Melly. Menurut gw, liriknya kadang sederhana, abstrak, atau lucu. Tapi musiknya selalu bisa mendukung lirik yang dibuat oleh Melly. Di Album ini ada beberapa lagu yang sangat gw suka. Yang pertama adalah lagu Bumi Ini. Menurut Saya liriknya cukup 'dalam'. Setidaknya, bisa menjadi sentilan bagi kita untuk tidak pongah dan terus melihat ke bawah. Berikut adalah lirik lagu tersebut:
Lagu bisa di dengar di sini:
Bumi ini apakah daku punyai
Mengapa selalu sesak nafas kurasa
Sempit ruang dalam kamarku yang pengap
Tak bisa gapai, tangan kekar mengekang

Chorus:
Aku yang hina namun tetap manusia
Sama makan nasi dan meminum air
Jangan terinjak kaum papa mengiba
Kutuliskan ini untuk mengingatkan

Bumi ini apakah daku punyai
Mengapa terpisah cintaku dengannya
Cinta yang ada dalam hatiku ini
Tak tergapai karna kasta yang berbeda

Chorus:
Aku yang hina namun tetap manusia
Sama makan nasi dan meminum air
Jangan terinjak kaum papa mengiba
Kutuliskan ini untuk mengingatkan


Buat lagu yang kedua, nanti menyusul ya.. *ngetik liriknya dulu*

April 23, 2011

Smart home design! I want this so bad!

Selamat Hari Sabtu, temans!
Yes, Sabtu ini Saya masuk kerja. It's Okay, I love working Saturday. The day would run so fast and at the end of the day, I'll meet my D. Till the night ends. Yeay!

Ahyhei, that's not what i want to share. All I want to share is; I FOUND A GREAT HOME-DESIGN. Oh Yes D, save your money, Coz we gotta prepare this!

Check this out!

Here, we could have private room for our own me-time! And, if we want to read or having meal together, we can just move the wall into: BRILLIANT, Isn't it!

Then, see how smart and cool this bedroom:*yes, i Know It seems like nothing special, but.. when you open that wall, you'll have...
Another space for reading.. yeay!
it connects the bedroom with the working room..

Simple look form the working room when the wall is closed:
*simple bookshelf*

Aaaa.. I want it!

*source: toxel.com*