cari di sini

March 29, 2010

baru dibilangin

Cowo: kamu emang dominan, tapi aku suka kesel kalo di mobil kamu juga dominan.
Cewe: Ooh,, maaf ya..
Cowo: Aku gak ada masalah kalo kamu dominan, tapi kalo di mobil ya ngga usah. Biar aku aja.. Kecuali kalo aku tanya..
Cewe: Huhu.. maaf ya.. Baiklah.. aku ngga dominan deh di mobil..

***

30 menit kemudian, cowo mau parkir.
Cewe: Kok Kamu ke kiri amat?? Mau ke mana sih??
Cowo: Baru dibilangin.. emang dasar dominan.. -_-" Susah ya?? Emang perlu latihan sih..

March 21, 2010

grateful#2

I'm back. And i think i'll post some serial writings. Hihi..
Yesterday was my birthday. And it was the greatest birthday I've ever had.
So, this post is tribute to My 24th birthday (and all of the person behind the surprises).

party#1
19 March 2010
It was an ordinary Friday. I was excited about my birthday, not that i was expecting for a surprise, just thinking that i'll be 24. And for me, Birthday is a perfect day to start a new routine. Working time has finished, My beau picked me up. Then, we waited for his mom and grandma at Kalibata. We waited for almost 2 hours, but that was fine. We had great time while waiting. :)

After picking up his mom and grandma, we went to his house, having late dinner and chat with his grandma. *Chatting with his grandma is always great. She's nice and hilarious.* It was 11 pm when I asked him to drive me home. Bit late, since i used to be at home at that time. We were arrived around 11.40 pm. Dad showed up and asked us to sit in the living room, MAD and WARNED US! *why we came home that late*
Errr.. I hate this situation.. My parents never mad at me. As i remember, not even once. Then, He was Mad at me and showed it in front my beau. I was ashamed. :( He asked me: "Kenapa pulang malem? emangnya kamu serius sama Dimas" <-- I was shocked, like what-kind-of-question-deh-pap! But then, after that "shocking" situation, mom came bringing the birthday cake. OH MY GOD!! CONSPIRACY!! And the brain behind all of these was: DIMAS OKTO DANAMASI, my only beau!! Cumi-asin-cupu-super-nyebelin!! **terima kasih ya, sayang!**

party#2
20 March 2010
**Thank you for all the messages ya people. SMS, phonecall, Facebook, Twitter, Plurk and Everything!! You're all great!!** Me and my beau had a plan. We'll meet his friend and having so-called-double-date, going to death by chocolate and watch a movie. This was his plan, and I think this will be great simple things to do in my birthday. :) We went to PIM, my beau said his friend has been waiting since 11.30 am, and at that time he just picked me up at home *dasar tukang telat*.
He said his friend was waiting at Sushi Tei and we'll pick them up. Perfect. I was craving for sushi since week ago. We were arrived at Sushi Tei, tried to find his friend, but then i saw my besties: Bams, Rara, and two people that I could only saw their back, but then i knew They were Kochai and Ical. I thought It was JUST a coincidence, they're just having lunch together at the same place with me. **Since, we were planning for this lunch but Kochai texted me to cancel this plan because Rara has to do her job, Bams will be late, Galih should stay at home, and Kochai didn't think she could make it. So I was told her that this lunch should be rescheduled.** But then, when they saw me, They sang HAPPY BIRTHDAY, and so that I JUST realized that THIS WAS A SURPRISE. Errr!! Another CONSPIRACY!! Ahahahaha..
Thank You Annisa Krisanti, Sekar Adelina Rara, Andy 'Bams' Notowijoyo, Kharisma 'Ical' D.W. dan tentu sama my beau Dimas Okto Danamasi. And of course, being with all my beloved besties, I Had a GREAT TIME, GREAT DAY, GREAT BIRTHDAY!!


So this is it. Grateful#2. My 24th birthday.
For all the great birthday greets and wishes from all great people **Thank you**. For all the Surprises. And, God, For the chance of being 24. Thank you all, Thanks God, Alhamdulillah. I wish i could keep learning, improving my self in every aspect, make everyone that I love and love me be proud of me.
And for the special wish: being a good navigator for my captain.

♥♥being 24 and grateful for everything happens in my life♥♥

March 16, 2010

Happy-puppet Syndrome

Semoga ini bisa membuat gw tetap sehat.
Well, Basically, I'm the one that easily get upset. Disappointed.
But, the hardest part of feeling so is: I'm not the one that easily get mad, angry, BITCHING OUT.
When I'm alone, i can do those Bitching out acts. Mocking everything, and stuff like that. And yes, it feels great, SOMETIMES.
But, unfortunately..

I'm a-so-called-positivist.
Every time i feel disappointed, the first thing happen in my brain would be: LOOKING FOR AN EXCUSE, Find a rationalization, See the good side of the bad things happened.
In other way (okay, here might be a rationalization), I just try to live gratefully. Complaint less, grateful more. It turns all the disappointment, indeed. BUT SOMETIMES, I still can feel it in my heart. ONLY in my heart. I keep the feeling alone.
My friend told me, sometimes, when i got disappointed by someone, and try to find a good reason why she/he did so, She/he doesn't even care and so doesn't even deserve for the excuse and all the rationalization(s). But, It's me, Keep doing so. Live with rationalization, right excuse, good reasons, FOR EVERY BAD THINGS THOSE HAPPENED. Smile to every tears.

And this is my prayer: I do all of these to get my life balanced. To stay live positively. Bad things are everywhere OUT THERE , why have another one INSIDE ourselves. So God, semoga semua yang saya lakukan ini baik untuk kesehatan mental saya. :)
I'm still tearing out the sad. I'm still Mocking out the bad. I'm still frowning all the burden. But, Smile is my choice to express them out. Let's say: Happy-puppet syndrome.

March 14, 2010

Grateful#1

Di minggu pertama bekerja ini saya akan menuliskan Grateful#1 saya.
Urutan tidak menentukan prioritas sih, tapi memang currently, dia yang sering hadir dan menjadi penyelamat saya. Dan dia adalah:

D.O.D., My Beau.

Diawali dari hari pertama saya bekerja di Universitas Bina Nusantara, Selasa 9 Maret 2009. Pagi itu saya masih merasa sangat tidak enak badan, setelah malam sebelumnya saya demam tinggi. Namun, karena memang hari pertama, maka Saya memaksakan diri untuk masuk kerja. Siap untuk berangkat bersama Ayah, tiba-tiba, pukul 6 pagi saya mendapat SMS dari Dimas yang menyatakan dirinya sudah berada di depan rumah saya. SIAP MENGANTAR SAYA KE KANTOR. WOW. Saya Speechless, tapi, TERIMA KASIH banyak.
Hari pertama saya pun berlalu dengan baik dan hampir berakhir, dan tiba-tiba saya menerima SMS dari Dimas, yang isinya: dia sudah sampai di kampus saya, SIAP MENJEMPUT SAYA. :D
Ahaha, ini berlebihan, tapi TERIMA KASIH banyak ya.

Akhirnya, minggu pertama bekerja saya lalui dengan sentausa karena Dimas mengantar-jemput saya selama 3 hari berturut-turut. Yang paling hebat yang dilalui Dimas adalah hari Sabtu. Seperti biasanya, Dimas menjemput saya di pagi hari. Yang tidak seperti biasanya adalah dia menunggu saya sampai dengan saya selesai bekerja. Pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore ia lalui di mobil, tempat parkir, dan sekitarnya. Bergulat dengan jurnal, tugas, laptop, dan tentu saja hawa panas luar biasa.

Hal-hal di ataslah yang membuat saya memilih D.O.D sebagai Grateful#1 di Minggu pertama saya bekerja. Sebagai teman dan "teman", Anda kadang memang kerap mengesalkan, tapi over all, Anda penuh dengan kejutan yang menyenangkan.

March 12, 2010

March 06, 2010

Grateful

Terus berusaha untuk selalu bersyukur, itulah yang sekarang ini saya ingin lakukan.
Maka saya akan mulai menulis hal-hal yang saya syukuri. Pastinya banyak sekali hal-hal yang sepatutnya kita syukuri, dan tidak semuanya bisa saya tulis. Semoga apa yang saya tulis bisa dinikmati dan memberikan inspirasi.
Tunggu episode perdananya ya!

March 03, 2010

Situs pertemanan?

Social networking dan efeknya bagi saya.
Beberapa minggu yang lalu, sempat diberitakan tentang hilangnya seorang anak yang dikaitkan dengan situs-situs pertemanan. Saya menyadari bahwa saya cukup ketergantungan dengan koneksi internet, dan juga situs-situs pertemanan. Bagaimana efek situs-situs pertemanan ini bagi saya??

Saya aktif dalam beberapa situs pertemanan, Facebook, Plurk dan Twitter. Sebelumnya saya juga aktif di Friendster, namun menyadari apa yang saya butuhkan dari friendster juga saya dapatkan dari facebook, maka saya memutuskan menutup akun pribadi saya di Friendster.
Hal ini juga saya lakukan untuk menghindari hal-hal di luar keinginan dan di luar kontrol saya.

Berkaitan dengan pemberitaan yang akhirnya mempertanyakan apakah facebook berbahaya atau tidak. Menurut saya, setiap hal yang ada di dunia ini, pasti memiliki sisi menguntungkan dan merugikan. Bagi saya, situs-situs pertemanan yang saya ikuti ini memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugian.

Plurk. Satu situs pertemanan yang biasanya menjadi tempat saya "curhat" dan mendapatkan penghiburan. Teman-teman saya di plurk adalah makhluk-makhluk luar biasa yang bisa merubah tret sedih menjadi lucu dan membuat saya tertawa. Tret yang serius jadi jenaka. Tret yang membicarakan politik menjadi tret yang isinya nama-nama makanan. Atau bahkan bisa juga pembahasan serius yang bisa merelief perasaan tidak enak yang sedang saya rasakan. Oh iya, di Plurk juga saya banyak melatih kemampuan berbahasa saya!
Banyak informasi yang bisa saya dapatkan di Plurk, pun, bila saya membutuhan bantuan atau info, saya bisa memintanya melalui Plurk.
Intinya, I Love Plurk!! I love you Plurkers!! You always flip my frown, made my day!!


Twitter. Tidak berbeda jauh dengan plurk, twitter juga memiliki bentuk sederhana dengan fungsi utama mensosialisasikan status terkini kita. Bedanya, Twitter tidak dibuat dengan struktur untuk berbalas-balasan. Sehingga, respon terhadap satu tret tidak bisa terbaca sebagai satu rangkaian. Itulah mengapa biasanya saya mempost hal-hal yang menurut saya tidak butuh respon atau memang sesuatu yang menurut saya hanya ingin saya bagi, bukan untuk berdiskusi. Respon, tetap menjadi satu hal yang ditunggu.

Facebook? Awalnya facebook menjadi satu sarana saya bersosialisasi dengan teman-teman, baik yang masih aktif dan sering bertemu, maupun teman-teman yang sudah lama tidak saya jumpai. Dengan fitur-fitur yang ada, facebook dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenal orang dnegan lebih baik. Melalui informasi serta foto-foto yang memang disediakan. Saran saya: Hanya cantumkan hal-hal yang memang perlu dicantumkan. Dan pastikan privasi Anda terjaga, paling tidak, biarkan informasi Anda hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang memang menjadi teman-teman Anda di situs ini. DAN, pikirkan apakah Anda perlu berteman dengan orang-orang yang tidak Anda kenal?
Disamping berkembangnya berbagai aplikasi yang menurut saya terus menjauhkan facebook dari fungsi awal yang saya butuhkan, Facebook tetap mengcover beberapa kebutuhan saya dalam bersosialisasi. Seperti: mencari tahu teman saya yang telah lama tidak saya temui.
Saat urgent pun, saya bisa menghubungi orang-orang yang saya butuhkan. Selain itu saya juga bisa menyebarkan dan mendapatkan informasi penting yang saya butuhkan. Malam ini, di antara kesibukkan saya dan sahabat-sahabat saya, komunikasi kami yang penuh kegilaan di Facebook telah membuat saya terhibur dan sangat bahagia.

Situs-situs pertemanan, baik atau buruk? Tergantung bagaimana Anda menggunakannya, tergantung bagaimana Anda mengontrol diri Anda. Tergantung bagaimana Anda menghomati diri Anda.

March 02, 2010

Current Obsession: Shoes, and MORE shoes

Keinginan menulis menggunung, banyak ide, tapi bingung yang mana yang bagus untuk ditulis. Dan akhirnya lahirlah tulisan ini:

Berawal dari 'penyakit' saya yang sangat mencintai sepatu. Akhirnya saya menemukan Website yang seperti surga bagi mata saya: http://www.highheelshoemuseum.com/
Astaga, memang hanya surga bagi mata, SEMATA. Tidak bagi dompet, apalagi hati, yang hanya bisa ngiler dan iri.
Jangan tanya berapa pasang sepatu yang saya punya. *kalau sendal sih saya punya 0 pasang. Biasanya pakai punya mama. Kadang dimarahin, tapi gak peduli.* Ibarat bulan puasa yang harus menahan nafsu, menahan diri untuk tidak membeli sepatu saat saya melihat sepatu yang bagus adalah siksaan yang berat. Kerap saya memilih tidak mampir atau bahkan menoleh ke toko sepatu yang biasa saya kunjungi, dibandingkankan perih terasa di hati karena tidak bisa/boleh/mampu membeli. *sigh*


Membuka website tersebut, lebih mudah untuk saya menunjuk yang mana YANG TIDAK SAYA INGINKAN dibandingkan yang saya inginkan. Tapi, dari tiga halaman yang ada, berikut sepatu-sepatu yang menarik hati (baca: bagus dan BISA saya pakai).
*top two: I Love Christian Loubotin*
*Last three: Simple and chic*
*edgy*

*seems nice with my jeans*
*old and unique*
*simple*
*Edgy**Unique*


Tapi, ada juga sepatu-sepatu yang menurut saya: TIDAK MASUK DI AKAL, apalagi dipakai:
*kayaknya orang yang menggunakannya bisa berakhir dengan buta, atau mati karena syaraf tulang belakangnya kejepit*

Well, ada juga sepatu yang wearable, dan mungkin saja saya pakai. Tapi, kalau sampai kalian melihat saya menggunakan sepatu ini, by that time saya pasti sudah menjadi penyanyi dangdut ternama, or, you can call me Dewi Perssik.

*got what i mean?*

Sekian tulisan saya tentang OBSESI saya terhadap sepatu. Lelaki di luar sana, bersiaplah.
**Evilsmirk**